| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Rp 5 Juta dan Laptop RaibSehari, Dua Aksi Pecah Kaca MobilSEMARANG- Aksi pencurian dengan modus memecah kaca mobil sepertinya kian marak. Dalam waktu lebih kurang dua jam, pelaku membobol mobil di dua tempat terpisah. Uang senilai Rp 5 Juta, sebuah laptop, dan beberapa dokumen milik korban raib disikat pelaku. Dalam waktu hampir bersamaan, kedua korban datang ke Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolwiltabes Semarang untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Kali pertama, korban yang melapor adalah Agus Mardiyanto (31) warga Wologito Tengah Raya, Semarang Barat. Mobil Toyota Kijang Innova H-8793-PM miliknya dipecah kaca tengah sebelah kiri saat parkir di depan Masjid Al-Huda Jl Wologito. Pelaku yang ditengarai berboncengan sepeda motor berhasil menyikat uang tunai Rp 5 juta dan sebuah laptop yang disimpan di sebuah tas. "Padahal, tas itu sudah saya letakkan di bawah jok depan, ketika saya tinggal untuk shalat Jumat," kata Agus kepada polisi. Korban kaget ketika kembali ke mobil usai shalat jumat. Pasalnya, kaca tengah sebelah kiri sudah hancur berkeping-keping. Ketika melongok ke dalam, Agus kian kaget karena uang Rp 5 juta dan laptop di dalam tas sudah raib. Beberapa saat kemudian, petugas SPK kembali menerima laporan pencurian dengan modus serupa. Ir Zuhetty Zen (52) pegawai Dinas Kelautan Pemkot mengadu bahwa mobil Kijang kapsul H-8526-RC miliknya dibobol pencuri. Sejumlah dokumen penting yang disimpan di tas dan diletakkan di jok tengah, disikat pencuri. Kejadian itu terjadi saat korban memarkir mobilnya di Jl Imam Bonjol, tepatnya di seberang Gedung Pandanaran. Ambil Sidik Jari Korban yang bertempat tinggal di Jl Klentengsari I A RT 3 RW 2, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik itu, menduga pelaku beraksi sekitar pukul 12:00 hingga pukul 13:30. "Biasanya kalau bekerja, mobil saya parkir di dalam Gedung Pandanaran. Tapi karena saat itu tempat parkir penuh, mobil saya parkir di luar," kata Zuhetty. Kanit Identifikasi Polwiltabes Semarang, Ipda Sawal langsung melakukan pemeriksaan dengan mencari sidik jari di dua mobil korban. Ditemukan sejumlah sidik jari yang kini dijadikan bahan untuk melakukan penyelidikan. (H21,D12-56) |