| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Perampok Kelompok Krobokan DibekukSEMARANG- Kawanan perampok kelompok Krobokan, Semarang Barat, berhasil dibekuk petugas Resmob Polwiltabes Semarang, Kamis (24/1) sore. Dua dari tiga perampok yang ditangkap diketahui bernama Totok Suryawan (22) dan Pulung Setyono (24), keduanya warga Jl Wiroto, Krobokan, Semarang Barat. Sedangkan seorang lagi, PD (25) diyakini sebagai otak perampokan hingga kemarin masih buron. "Identitas pelaku yang buron ini sudah kami ketahui. Saya sarankan yang bersangkutan menyerahkan diri. Anggota kami saat ini sedang mengejar yang bersangkutan. Semoga saja, dalam waktu dekat pelaku dapat kami ringkus," ungkap Kapolresta Semarang Barat AKBP Sugihardi melalui Kasat Reskrim AKP Gandung Sarjito, saat menggelar kasus itu, kemarin. Totok dan Pulung ditangkap di tempat tinggal masing-masing dan dalam waktu hampir bersamaan. Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok dan sepeda motor yang digunakan saat beraksi. Aksi yang dilakukan kawanan perampok ini kali terakhir dilakukan di rumah Yudi (24) warga Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat. Habisi Korban Dalam aksinya, para tersangka tak segan-segan mengancam akan menghabisi korban jika melawan. Mereka bersenjatakan golok untuk menakuti-nakuti penghuni rumah korban. Adik perempuan Yudi yang saat kejadian berada di rumah sendirian, lehernya dikalungi celurit. Korban dipaksa menyerahkan barang-barang berharga. "Awalnya, kami diajak PD untuk mengeroyok Yudi. PD beberapa waktu lalu pernah dibacok oleh Yudi dan Paino," ungkap Totok yang mengaku merampok bukanlah tujuan awal aksi mereka. Untuk itulah, mereka melengkapi diri dengan membawa celurit dan golok. Awalnya, PD, Totok, dan Pulung hendak membuat perhitungan dengan Paino dan Yudi. Rumah Paino dan Yudi diubek-ubek. Akan tetapi karena tak menemukan orang yang dicari, adik korban berinisial W (19) disandera sebelum akhirnya membawa kabur televisi 21 inc yang ada di rumah Yudi. Dihadapan adik korban, mereka mengumbar akan membunuh Yudi. Leher perempuan tersebut dikalungi celurit sembari menjambaknya. Oleh PD, televisi rampasan itu kemudian dijual dengan harga Rp 400.000. Totok dan Pulung masing-masing kebagian Rp 50.000. ''Kami mau membantu karena sesama teman. Apalagi dia (Yudi-Red) pernah membacok PD," ungkap Pulung yang mengaku tidak mengetahui kemana PD bersembunyi. (H21,D12-56) |