logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 SEMARANG
Line

Warga Histeris, Pukul Tersangka

  • Rekonstruksi Pembunuhan Jumali

SEMARANG- Belasan warga RT 1 RW 3 Wonosari, Ngaliyan, histeris begitu melihat dua tersangka kasus dugaan pembunuhan Jumali (37) yang dikawal ketat petugas gabungan Polwiltabes Semarang dan Polresta Semarang Barat.

Hal itu terjadi saat kasus penembakan dan pembakaran yang mengakibatkan Jumali (37) tewas dan anaknya, Rafel (7 bulan), mengalami luka bakar serius, direkonstruksi oleh Satreskrim Polwiltabes Semarang dan Polresta Semarang Barat, Jumat (25/1). ''Iki to sing mateni. Huuu...,'' teriak sejumlah warga mencaci tersangka yang hendak menuju rumah korban dan dikawal ketat aparat kepolisian.

Tiba-tiba terdengar suara buk. Ternyata ada bogem mentah menyelonong dan mengenai wajah dan tengkuk tersangka Abi Mael Herwin Santosa (30). Tersangka lainnya Baskoro juga terkena pukulan serupa.

Pukulan terhadap dua tersangka, ternyata memicu emosi warga lainnya yang menyaksikan jalannya reka ulang. Namun tindakan main hakim sendiri warga tersebut dapat dicegah polisi, yang langsung melakukan pagar betis. ''Hei, hei, jangan, jangan main hakim sendiri,'' sergah petugas Samapta Polresta Semarang Barat saat mencegah tindakan warga lainnya yang akan ikut menghajar tersangka.

Tiga Tersangka

Reka ulang yang dilakukan di lokasi kejadian. Yakni di rumah kontrakan korban di RT 1 RW 3, Wonosari, Ngaliyan, menghadirkan ketiga tersangka. Ketiganya adalah Abi Mael Herwin Santosa (30), Yuli Purwanti (28) dan Baskoro (26).

Polisi juga menghadirkan istri korban Mulyanah (35), dan kelima anaknya, Iva (10), Ila (10), Tri (9), Ibnu (6), serta Orcha (3). Sedangkan posisi Rafel yang masih menjalani rawat inap di RS Roemani digantikan oleh sebuah boneka.

Rekonstruksi itu, dipimpin langsung Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum dan Kanit Jatanras AKP Agus Purwanto SH. Kasatreskrim mengatakan, rekonstruksi itu sendiri sebenarnya dilakukan di empat tempat. Yakni, di SPBU Mangkang, di Kawasan Tugu Industri (KTI) Semarang , Kecamatan Ngaliyan, rumah tersangka Baskoro di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, dan di rumah korban.

''Di SPBU Mangkang, Herwin dan Yuli sempat berhenti dan cuci muka. Sedangkan ketika sampai di rumah Baskoro, Yuli meminta Baskoro yang membeli bensin. Kemudian di KTI adalah tempat tersangka merencanakan eksekusi korban dan membuang mayatnya,'' kata Kasat Reskrim.

Proses rekonstruksi semula direncanakan terdiri atas 31 adegan. Namun mengembang menjadi 33 adegan. Itu terjadi karena ada dua adegan tambahan. Pertama, saat tersangka berhenti cuci muka di SPBU Mangkang dan kedua ketika Herwin meletakkan senapan angin di teras depan rumah korban.

Adegan pertama di rumah korban dimulai saat Yuli dan Baskoro mendatangi rumah itu untuk mengambil gambar Jumali dengan menggunakan handycam. Kemudian diteruskan dengan Herwin memasuki tempat kejadian perkara (TKP) dan Yuli menunggu di mobil yang diparkir di tepi Jl Raya Mangkang. Selanjutnya, pada adegan 28 dan 29, Herwin menembak Jumali yang sedang menggendong Rafel kemudian menyiram keduanya dengan bensin. Saat korban jatuh, tersangka selanjutnya menyulutkan api dengan menggunakan korek gas dan kabur dari rumah itu.

Histeris

Anak kembar korban, Iva dan Ila, sempat histeris ketika para tersangka memasuki rumah. Namun itu tidak berlangsung lama. Karena Psikolog Dra Hastaning Sakti Psi MKes yang mendampingi keluarga korban dapat menenangkan keduanya. ''Kondisi Mulyanah (istri korban-Red) dan kelima anaknya pada umumnya baik, mereka dapat menghadapi ini dengan tegar,'' kata Hastaning.

Sementara itu, saat rekonstruksi berlangsung, di tempat terpisah Rafel menjalani operasi bedah plastik di wajahnya. Direktur Pelayanan Medis RS Roemani drg Edi Sumarwanto mengatakan, operasi itu dimulai sekitar pukul 06:00.

''Ini operasi tahap pertama. Yaitu proses Nechrotomi atau membersihkan luka bakar pada bagian tubuhnya. Karena kondisinya belum stabil, terutama pada HB-nya rendah, maka untuk sementara dihentikan,'' kata Edi.

Dia menambahkan, operasi tersebut dilakukan oleh Tim Bedah Plastik yang diketuai dokter Karsono dan Tim Dokter Anak yang diketuai dokter Supriyana. Operasi akan dilakukan bertahap dan pelaksanaannya bergantung pada kondisi kesehatan Rafel. (H40,H21,D12-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA