logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 SEMARANG
Line

Distribusi Raskin Mundur Lagi

SEMARANG- Distribusi beras untuk warga miskin (raskin) di lima kecamatan yang dilayani gudang Bulog 106 Randugarut, dipastikan mundur lagi dari jadwal semula. Paling cepat, penyaluran raskin itu bisa dilakukan pekan depan, atau bahkan awal Februari mendatang.

Kabag Ekonomi Setda Kota Semarang Masrohan Bahri menjelaskan, kelima kecamatan yang dipastikan mundur distribusi raskinnya itu, yakni Kecamatan Gajahmungkur, Semarang Selatan, Ngaliyan, Tembalang, dan Mijen. Kemunduran itu disebabkan pelaksanaan fumigasi (pemberantasan hama-Red) di gudang Bulog 106, mulai Jumat (25/1).

''Paling tidak, proses fumigasi memakan waktu lima hari hingga satu minggu. Baru sesudah itu, raskin bisa didistribusikan kepada warga,'' kata Masrohan didampingi staf Bagian Ekonomi yang menangani raskin, Ngafi Kurniawan.

Dikatakannya, fumigasi dilakukan untuk membersihkan raskin dari kutu beras dari jenis gurem. Dikatakannya, proses fumigasi sama sekali tidak mempengaruhi kualitas beras yang akan didistribusikan kepada rumah tangga miskin (RTM). ''Fumigasi harus dilakukan agar warga bisa memperoleh beras dalam kondisi bagus,'' ujarnya.

Dijelaskannya, hingga Kamis (24/1), baru empat kecamatan yang mengambil jatah raskin dari gudang Bulog. Padahal, seharusnya 14 kecamatan terjadwal untuk pendistribusian raskin, yang dimulai Selasa (22/1). Tertundanya pendistribusian raskin untuk delapan kecamatan itu, umumnya disebabkan persoalan konsolidasi internal di kelurahan.

Keempat kecamatan yang telah mengambil dan mendistribusikan raskin, yakni Kecamatan Semarang Timur, Pedurungan, Candisari, dan Semarang Utara. ''Dari gudang Bulog, raskin langsung dibawa ke kelurahan masing-masing,'' imbuhnya.

Gurem

Staf gudang Bulog 106 Randugarut, Slamet Suyitno menjelaskan, hama yang ada dalam gudang beras itu paling banyak dari jenis gurem. Hama itu, tidak masuk ke dalam beras melainkan hanya di luar karung dan gudang. Walau demikian, pihaknya tetap melakukan pemberantasan melalui fumigasi supaya RTM yang membelinya tidak risih.

Dipaparkannya, hama yang menyerang beras ada dua jenis, yakni hama primer dan sekunder. Hama primer berupa gurem dan Tribulium Sp yang umumnya berada di luar karung. Sedangkan hama sekunder berupa Sitopilus dan Rizoperta, yakni sejenis kutu pemakan beras. "Yang paling banyak adalah hama di luar. Hama itu tidak terlalu berpengaruh pada kualitas beras," katanya.

Fumigasi, lanjut dia, dilakukan dengan cara menutup tumpukan karung beras dengan plastik dan diberi tablet shenpos, atau sejenis aluminium phospiade di sela-sela tumpukan karung. Di luar penutup plastik, disemprotkan cairan pekat (tribulo). Ditambahkannya, di gudang Bulog 106 proses fumigasi rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk pelaksanaan kemarin, fumigasi dilakukan terhadap dua dari empat gudang yang ada, berisi sekitar 212 ton beras. (H9,H22-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA