| Sabtu, 26 Januari 2008 | BUDAYA |
Diana ke Grand Final Dangdut Mania Dadakan"SAYA ingin jadi penyanyi. Penyanyi lagu jenis apa saja, yang penting menjadi penyanyi yang baik." Kalimat itu meluncur begitu enteng dari mulut mungil Diana Elvira Okhtafiani di sela-sela geladi bersih di Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional 3 Semarang, Jl Diponegoro 250 Ungaran, Kamis (23/1). Wajar jika putri keempat dari lima bersaudara pasangan Ateng Supriyanto-Suyati ini bercita-cita seperti itu. Sebab, sejak TK dia memang gemar menyanyi. "Sejak TK dia sudah biasa nyanyi di atas panggung, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kabupaten. Selasa (29/1) mendatang, Diana akan tampil pada malam grand final Dangdut Mania Dadakan di studio TPI Jakarta. Mohon dukungannya ya," kata ibundanya, Suyati. Selama dua minggu ini, Diana digembleng trio manajernya dari BPPNFI Regional 3 Semarang, yaitu Aniek, Heri, dan Petty. "Kami terus-menerus melatih vokal, penampilan, kostum, mental, dan penguasaan panggungnya. Kami berharap dia bisa menjadi bintang di antara para bintang dangdut di TPI," kata Kepala BPPNFI Dr Wartanto MM yang kini menjadi bapak asuhnya. Tahapan Minggu (20/1) lalu, siswi kelas VI SD Langensari Ungaran itu tampil di Alun-alun Kota Ungaran dalam acara "Dukung Diana di Malam Final Dangdut Mania Dadakan TPI". Perjalanan penyanyi cilik yang pernah duet bareng Didi Kempot pada sebuah perhelatan di Suruh, Kabupaten Semarang, ini cukup panjang untuk bisa tampil sebagai juara dangdut di TPI. Pada tahap I Audisi Dangdut Mania Dadakan, dia masuk ke dalam 2.500 peserta dari ribuan pendaftar. Tahap II peserta disaring menjadi 500 orang, tahap III tinggal 54 peserta, dan tahap IV hanya 27 orang. "Pada final menyisakan hanya lima peserta dan saya juaranya," kata gadis cilik yang mengaku sering diminta manggung di sejumlah perhelatan oleh Wakil Bupati Semarang Dra Hj Siti Ambar Fatonah. Beruntung selama mengikuti tahapan di TPI, kepala sekolahnya berbaik hati dengan memberikan cuti khusus kepada juara I Campur Sari di Cakra TV tersebut. (Evi FS-45) |