| Sabtu, 26 Januari 2008 | BANYUMAS |
Usahakan Pendidikan dan Kesehatan GratisBANYUMAS-Ribuan pendukung pasangan PDIP Aris Wahyudi-Asroru Maula diimbau tidak terkecoh oleh manipulasi lambang partai yang banyak terjadi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Departemen Pemuda DPP PDI-P Budiman Sudjatmiko pada awal kampanye di lapangan Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, kemarin. Budiman mengatakan lambang PDI-P berwarna merah dan hitam kerap digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah-belah. Juru kampanye Nadrah Isahari, anggota DPR RI meminta pendukung PDI-P waspada dan tetap bersatu untuk memenangkan Aris-Asroru sebagai bupati dan wakil bupati Banyumas 2008-2013. ''Calon PDI-P hanya satu, yaitu nomor 4 (Aris-Asroru -Red),'' kata Nadrah. Tak Banyak Janji Calon wakil bupati Asroru mengharapkan pendukungnya tetap tenang dan tidak mudah tertipu oleh oknum-oknum tertentu. ''Saya dan Mas Aris tidak banyak janji, yang penting jika terpilih akan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan seorang pemimpin,'' ujarnya disambut sorak sorai pendukungnya. Aris Wahyudi menambahkan akan mengintensifkan penggunaan pajak dan retribusi untuk membiayai pendidikan dan kesehatan agar gratis. ''Sekarang masyarakat bayar PBB, pajak-pajak lainnya, dan retribusi. Tapi itu belum dirasakan manfaatnya oleh kita semua, betul?'' tanya Aris Wahyudi. ''Betul Mas Aris! Hidup Mas Aris!'' jawab massa sambil mengangkat tangan mereka menunjukkan angka empat. ''Jika saya terpilih, anak sekolah tidak usah bayar SPP dan orang sakit tidak usah bingung biaya rumah sakit,'' tandas Aris. (H47-27) |