| Jumat, 25 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Manajer Tim Ditunjuk pada Awal FebruariSEMARANG-Pengurus PSIS akan membuat surat keputusan (SK) tentang pengangkatan manajer tim, pada awal Februari mendatang. Hal itu untuk mempercepat persiapan pembentukan tim yang akan berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia 2008. ''SK Manajer Tim sudah kami persiapkan. Kalau tidak ada halangan, awal Februari akan kami keluarkan,'' ungkap Sekretaris Umum Prijo Anggoro. Sebelum SK dibuat, pengurus akan mengevaluasi laporan manajer tim 2007 tentang hasil yang dicapai dalam Liga Indonesia. Karenanya, pengurus akan segera meminta laporan dari Yoyok Sukawi. Hasil evaluasi bisa digunakan sebagai pijakan untuk menyusun tim di musim depan. ''Hingga saat ini kami belum menerima laporan dari manajer tim. Secepatnya akan kami minta agar bisa segera dievaluasi,'' kata Ketua Umum Sukawi Sutarip. Meski SK baru akan dikeluarkan awal Februari, bukan berarti pengurus diam saja dalam mempersiapkan pembentukan tim. Saat ini perburuan pemain tetap dilakukan secara gerilya. Namun, pendekatan dan perekrutan pemain tetap akan memperhatikan kondisi keuangan PSIS. Pemain Lokal Pada musim depan, PSIS bakal tidak digelontor lagi dana dari APBD Kota Semarang. Dana sebesar Rp 10 miliar yang dianggarkan Pemkot lewat pos bantuan untuk KONI, direkomendasikan dikembalikan ke kas daerah. Sebab, pemberiannya dinilai tidak dinaungi payung hukum yang kuat. ''Perburuan pemain tetap dilakukan. Jadi, manajer tim terpilih dan pelatih nanti tinggal menindaklanjuti dengan kontrak. Pembentukan tim diharapkan bisa cepat,'' tutur Prijo yang juga Kepala Biro Hukum Pemprov Jateng itu. Dalam mengarungi kompetisi musim depan, pemain lokal Semarang tetap akan diperhatikan. Jumlah pemain muda potensial di Kota Lunpia ini dinilai Prijo sangat banyak. Buktinya, banyak pemain eks timnas U-20. Di antaranya Denny Rumba, Yusuf Sutan Mudo, Taufik, Prananda Aditya, Syamsul, dan Ahmad Yaini. Belum lagi beberapa pemain eks PSIS Yunior seperti Julian Kusuma dan Rifky A Rahman. ''Banyak pemain muda potensial. Mereka harus diberi kesempatan mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya,'' tandas Prijo. (H13, H9-22) |