logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Tsonga Terus Ukir Kejutan

  • Ivanovic Jumpa Sharapova di Final

MELBOURNE- Kejutan demi kejutan terus ditunjukkan pemain tunggal putra nonunggulan Jo-Wilfried Tsonga. Tampil cemerlang di semifinal Australia Terbuka 2008, Kamis (24/1), petenis asal Prancis itu menyingkirkan unggulan kedua Rafael Nadal 6-2, 6-3, 6-2. Tsonga yang berperingkat ke-38 dunia tersebut mencapai final pertamanya di turnamen grand slam dalam waktu satu jam 57 menit.

Petenis yang dijuluki Tsunami karena permainan bertenaganya tersebut akan berjumpa pemenang laga antara Roger Federer melawan Novak Djokovic di partai puncak, Minggu. Tsonga juga disebut "Pembunuh Raksasa" menyusul kemenangannya atas sejumlah unggulan di Melbourne Park, yakni Andy Murray (9), Richard Gasquet (8), dan Mikhail Youzhny (14).

Saat ditanya tentang strateginya menghadapi Nadal, Tsonga yang berusia 22 tahun itu menyebut tak punya strategi dan tidak mempersiapkannya. Taktik yang digunakan untuk meredam petenis Spanyol itu hanya memukul semua bola yang datang ke arahnya.

Kini dia memiliki kesempatan menjadi petenis Prancis pertama yang menjuarai Australia Terbuka sejak Jean Borotra pada 1928. Tsonga sudah mengukuhkan diri sebagai petenis Prancis pertama yang menjadi finalis di ajang itu setelah Arnaud Clement tujuh tahun lalu.

Tsonga menjadi petenis nonunggulan kedelapan yang mencapai final Australia Terbuka sejak peringkat ATP diberlakukan pada 1973. Peringkatnya diproyeksikan akan naik dari 38 ke 27 pada saat daftar rangking baru diumumkan pekan depan.

Ulang Sukses

Sementara itu, petenis putri Rusia Maria Sharapova mengulangi kesuksesannya dengan lolos ke final dua tahun berturut-turut. Unggulan kelima itu menundukkan petenis Serbia Jelena Jankovic di semifinal dengan skor 6-3, 6-1. Sharapova tahun lalu kalah dari Serena Williams di final.

Menghadapi Sharapova, unggulan ketiga Jankovic tak mampu tampil maksimal akibat cedera punggung.

Dia sebelumnya bahkan berencana mundur, namun menahan rasa sakitnya untuk memuaskan penonton di Melboune Park. Sejak pertengahan set pertama, Jankovic menggunakan obat penawar nyeri. Dia kemudian mendapat perawatan medis pada awal set kedua.

Sharapova menyatakan kegembiraannya bisa tampil dalam final dua tahun berturut-turut. Petenis berusia 20 tahun itu menyebut kekalahannya dari Serena tahun lalu menjadi pengalaman berharga pada saatnya tampil kembali di laga puncak.

Final tunggal putri akan menjadi "partai 20 tahun" karena lawan Sharapova, Ana Ivanovic, juga berusia 20 tahun. Ivanovic yang merupakan unggulan keempat melaju setelah menundukkan petenis Slovakia Daniela Hantuchova 0-6, 6-3, 6-4.

"Tak begitu menyenangkan menghadapi Daniela. Dia pemain yang tangguh. Jika bukan demi penonton, saya mungkin sudah memesan tiket pulang," kelakar Ivanovic. (rtr,H29-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA