| Jumat, 25 Januari 2008 | MURIA |
DBD Memakan Korban LagiKOTA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kudus awal tahun ini membawa korban jiwa. Muhammad Kamil Alfiyah (4), warga Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, meninggal akibat penyakit tersebut, Senin (21/1). Di desa yang sama, dua orang diduga kuat juga terjangkit DBD. Mereka adalah Alivia Adika (12) dan Suci (30) yang tinggal di RT 4 RW 3. Tidak hanya itu, warga Desa Colo tak luput dari serangan DBD. Mereka adalah Dinda Hilvia Putri (5), Ilham (5), Oki Abdisaputra (8). Ketiganya tinggal di RT 4 RW 3. "Nama-nama tersbeut merupakan korban yang sudah menjalani tes laboratorium dan perawatan di beberapa rumah sakit di Kudus. Tapi diduga masih ada indikasi DBD di kawasan tersebut yang belum ditangani," kata Kepal Dinas Kesehatan, Syakib Arsalan, melalui Kabid P2, Abdul Azis Achyar, Kamis (24/1). Selain itu, memasuki awal tahun ini, di Kecamatan Kota juga mulai muncul kasus DBD. Kasus tersebut antara lain menyerang Berliana Dwi Utami, warga RT4 RW 1, Desa Barongan, Muh Hafid warga RT 1 RT 3, dan Rizki Nugroho (25) warga RT6 RW 5. Kenyataan itu menunjukkan, penyebaran DBD semakin tidak sesuai dengan teori. Selama ini, nyamuk aedes aegypti sebagai vektor DBD diyakini tidak bisa hidup di daerah dataran tinggi yang udaranya cenderung dingin. Namun ternyata, Desa Colo dan Puyoh yang berada di kaki Gunung Muria, sekarang dilanda DBD. Menurut Azis, banyaknya kasus DBD di desa-desa di daerah pegunungan diduga sejalan dengan beberapa penelitian tentang perkembangan nyamuk. "Belakangan memang ada penelitian yang menyimpulkan bahwa nyamuk rumahan, culex, juga berpotensi menularkan DBD." (H50-76) |