logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Januari 2008 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Enam Calon Sekda Selesai Ikuti Tes

MAGELANG-Wali Kota Magelang H Fahriyanto berharap, sekda definitif bisa dilantik sebelum susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) baru diberlakukan Juni 2008. ''Itu harapan saya, namun semuanya tergantung Gubernur Jateng,'' katanya kemarin.

Dia menerangkan, keenam calon sekda sudah menyelesaikan tes pada Senin dan Selasa lalu (21-22/1). Materinya tidak hanya tertulis tetapi tes psikologi, wawancara dan lainnya.

''Hasilnya tidak bisa terburu-buru, karena itu wewenang Gubernur. Siapa tahu tidak lulus semua, maka harus mengajukan lagi pejabat eselon II yang baru,'' ungkapnya bergurau.

Keenam pejabat yang mengikuti tes calon sekda adalah Drs HS Budi Prasetyo MSi (Kepala Dinas Pendidikan), Margiyono Dwi Yuwono SH MM (Assisten ekonomi, keuangan dan kesra). Kemudian Ir H Sudiyono MM (Kepala Badan Pengawasan), Drs Sugiarto (Kepala Dinas Perindag), Drs H Rohadi (Kepala Kependudukan dan Capil) serta Suko Tri Cahyo SH (Kepala Badan Perencanaan). (P60-39)

Satpol PP Sidak Tower Telkomsel

PURWOREJO - Keberatan warga terhadap pembangunan tower seluler kembali terjadi. Setelah di Kampung Tegalsari, Kelurahan/Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, beberapa hari yang lalu giliran sejumlah warga di Kelurahan Doplang keberatan dengan pembangunan tower Telkomsel di RT 01/ RW 01 kelurahan setempat.

Keberatan itu disampaikan kepada Satpol PP. Kemarin aparat Satpol PP dipimpin Kasi Penegakan Perda Agus Wahyutomo melakukan sidak ke lokasi pembangunan tower yang ada di pinggir jalan tentara pelajar tersebut.

"Kita dapat laporan keluhan dari warga. Kedatangan kita ini untuk mengecek kelengkapan perijinannya. Baik IMB, ijin prinsip, maupun HO," ujarnya kepada wartawan.

Sayang sekali penangungjawab proyek, Marno, sedang tidak ada di lapangan. Petugas akhirnya tidak memperoleh penjelasan yang lengkap.(H43-64)

Ketua PGKSI Mundur dari Penjaringan

TEMANGGUNG- Ketua Persatuan Guru dan Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI) sekaligus sekretaris KNPI Cabang Temanggung, Ahmad Soleh, menyatakan mengundurkan diri dari penjaringan Calon Wakil Bupati (Cawabup) untuk Pilbup 2008, yang diadakan DPC PKB Temanggung.

Pengunduran diri itu dilatarbelakangi sejumlah pertimbangan dan masukan dari berbagai masyarakat berkait dengan pribadi dia, yang beberapa hari lalu telah mendaftar dan menyerahkan kembali formulirnya.

''Setelah mendapatkan masukan dari masyarakat dan berpikir ulang, saya menilai lebih bermanfaat apabila dalam proses Pilkada itu saya berada pada posisi di luar calon,'' kata dia, kemarin. Menurutnya, dengan berada di luar rivalitas cawabup yang akan diusung oleh DPC PKB dalam pilbup Juni 2008 mendatang itu, dia akan lebih leluasa mengawal proses pilbup. (H24-39)

Warga Tuntut Kades Mundur

MAJENANG- Ratusan warga Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur mendatangi Balai Desa Dayeuhluhur, kemarin. Mereka menuntut Kepala Desa, Muljana, mundur dari jabatannya.

"Kami menuntut mundur Muljana sebagai Kades Dayeuhluhur karena melakukan banyak penyimpangan," kata Koordinator Aksi, Aswarman, dalam orasinya.

Menurutnya, Kades tidak lagi bisa dipercaya oleh masyarakat. Karena, hampir seluruh urusan keuangan di setiap kegiatan desa tersebut tidak laporkan secara transparan.

"Keuangan selalu dipegang Kades, aparat desa lainnya hanya sebagai pelaksananya saja. Tidak tahu ke mana aliran dananya," kata orator yang juga Ketua Forum Peduli Desa Dayeuhluhur itu. Camat Dayeuhluhur, Heri Sudradjat S Sos menyatakan, permasalahan ini sedang ditindaklanjuti Bupati. Bawasda sudah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap kasus itu.

Dia membenarkan adanya temuan Bawasda terkait dana retribusi PBB dan penyisihan pajak daerah. (J11-75)

Kemampuan TPA 15 Tahun

PURBALINGGA-Kemampuan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjaran untuk menampung sampah, diperkirakan masih bertahan hingga 15 tahun lagi.

Perkiraan itu disampaikan Kabid Pertamanan dan Kebersihan DPUK, Priyo Satmoko. Dia menjelaskan, luas TPA Banjaran mencapai 4,7 hektare. Setiap hari, tempat itu mendapat pasokan sampah sekitar 90 meter kubik.

Dengan volume itu, diperkirakan daya tampung masih mencukupi hingga 15 tahun lagi.

Sampah-sampah anorganik di tempat itu, juga banyak yang dimanfaatkan oleh para pemulung. Mereka mencari limbah sampah yang masih laku dijual ke pengepul. Kegiatan tersebut juga mengurangi volume sampah.

''Rata-rata seorang pemulung mampu mengumpulkan sampah sekitar dua karung dalam sehari. Padahal jumlah pemulung di situ cukup banyak,'' katanya Rabu (23/1).

Sebagian sampah organik di tempat itu, oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat juga telah diolah menjadi pupuk. (H48-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA