logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Januari 2008 BANYUMAS
Line

Paparan Visi-Misi dan Program di DPRD

Dari Saling Serang hingga Gergeran

PURWOKERTO-Empat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang memulai kampanye hari pertama kemarin di DPRD untuk penyampaian visi-misi dan program, sudah mulai membuka sinyal saling menyerang.

Diawali Mardjoko-Husein. Mardjoko yang kalem menyatakan hanya maju sekali dalam pemilihan bupati. Husein menyambung pembicaraan dengan memadukan bahasa banyumasan sehingga membuat yang hadir tidak tegang.

Pasangan itu lebih menekankan pada proyeksi besarnya mendatangkan banyak investor dengan membangun pabrik dan usaha-usaha padat tenaga kerja. Pilar pertamanya tetap penyelenggaraan pemerintahan yang benar dan baik.

Pasangan Singgih-Laily yang tampil di urutan kedua menjelaskan duet itu merupakan bapak-biyungnya Banyumas. Singgih memaparkan gagasan hingga implementasinya kalau terpilih. Awalnya tampak tegang, tetapi kemudian bisa mengalir dan terlihat menguasai materi.

Titik tekannya pada 10 persoalan di Banyumas dan yang diutamakan masalah pendidikan. Soal investasi, ia akan menyiapkan infrastruktur agar iklim investasi bisa berkembang. Proses pelayanan perizinan juga akan disederhanakan.

Menyerang

Saat giliran pasangan BP-Tossy tampil suasana menghangat. Sebab, saat menyampaikan visi-misinya BP mengemas dengan bahasa nyleneh dan komunikatif sehingga berulang-ulang mendapat aplaus, terutama dari pendukungnya.

Ia ''menyerang'' program investasi pesaingnya. Menurut dia, investasi semestinya tidak high-tech dan lebih banyak menyerap tenaga kerja, terutama di desa-desa yang dinilai masih miskin. Namun itu harus diawali penyelenggaraan pemerintahan bersih yang melayani rakyat.

Ketika giliran Aris-Asroru tiba suasana jadi gergeran. Sekitar 30 menit waktunya tak lepas dari tepuk tangan dan riuh. Calon bupati termuda yang diusung PDI-P itu mengeluarkan joke-joke yang kadang-kadang mengkritik paparan calon sebelumnya.

Mulai soal posisi sebagai pengusaha, investasi, hingga penyelenggaraan pemerintahan harus berbasis komputer dan transpransi. Ia juga mengeluarkan teori-teori ilmiah. Empat program gratis pendidikan, kesehatan, KTP, dan akta kelahiran diilustrasikan dengan bahasa merendah.

Asroru membuat suasana kian riuh. Ia menyatakan sebagai pasangan muda harus siap diberi tantangan. Beda dari pasangan lainnya yang sudah berpengalaman di birokrasi.

Kalau terpilih bersama pasangannya AW, ia akan melaksanakan programnya secara konkret. Tiga calon bupati akan dijadikan konsultan. BP sebagai konsultan birokrasi, SW administrasi pemerintahan, dan Mardjoko investasi. (G22,in-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA