| Kamis, 24 Januari 2008 | WACANA |
Surat PembacaSMS dari 1818 MeresahkanBelum lama ini saya mengaktifkan perdana XL setelah tidak dipakai secara aktif karena saya menggunakan ponsel CDMA juga. Jadi ponsel GSM hanya untuk memenuhi keperluan menelepon ke sesama XL saja dan kebetulan teman dan saudara juga tidak banyak yang memakai. Suatu saat saya mendapat SMS dari 1818 berisi pemberitahuan mendapat bonus Ring Back Tone (RBT) Yang Tercinta dari Iwan Fals. Hadiah tersebut gratis pada bulan pertama dan akan dikenakan biaya Rp 6.050 pada bulan kedua. Karena memang bonus dari paket perdana, saya biarkan saja RBT itu terpasang. Saya pikir, toh saya tidak rugi. Kemudian kembali mendapat SMS, kali ini berisi pemberitahuan RBT tersebut akan diperpanjang dalam 7 hari. Karena sibuk saya tidak memperhatikan SMS tersebut (yang dipakai aktif, ponsel CDMA) dan 3 Desember mendapat SMS lagi yang memberitahu RBT sudah diperpanjang sekaligus menawarkan Munajat Cinta dari The Rock sebesar Rp 7.700/lagu. Meski kecewa karena kehilangan pulsa, saya menerima keteledoran ini karena tidak membatalkan RBT bonus. Karena terlajur pulsa terpotong maka tidak saya tanggapi. Tanggal 13 Desember 2007 datang lagi SMS yang menawarkan RBT Munajat Cinta. Saya abaikan, karena saya pikir itu hanya penawaran saja, kan sudah terlanjur RBT Iwan Fals diperpanjang. Tapi ternyata tanggal 2 Januari 2008 ada pemberitahuan, diperpanjang dan langsung memotong pulsa sekaligus menawarkan judul lain lagi. Saya kecewa. Jika dulu diberi tahu seminggu sebelumnya, lalu saya lupa untuk membatalkan maka itu memang kesalahan saya. Tapi ini, tanpa pemberitahuan langsung main potong pulsa. Saya yakin banyak korban RBT paksaan itu. Apalagi jika yang memakai XL kebetulan orang yang tidak tahu tekologi atau bahkan belum bisa menggunakan fasilitas SMS. Saya merasa repot dan rugi, jika setiap kali ada SMS penawaran, harus membatalkan dan bahkan untuk membatalkan pun kehilangan pulsa Rp 385/ SMS. Jika dalam sebulan menerima beberapa kali penawaran lagu yang berbeda, apa tiap kali juga harus dibatalkan. Saya mencoba bertanya ke Customer Service XL hanya dijawab, penawaran RBT memang diambil secara acak dan saya harus SMS untuk membatalkan. Adakah pembaca lain mempunyai solusi untuk mengatasi ini? Yulia Dwimulyani Jl Kelud Utara II/2, Semarang. Bersepakat dengan Alam Tahun 2008 masih menyimpan banyak rahasia, apakah akan menjadi tahun yang sanggup memancarkan semburat cahaya kesejahteraan atau malah menjadi gelap gulita. Banyaknya musibah, mulai masalah alam sampai ketatanegaraan. Bencana alam yang lebih terasa. Banjir dan longsor agaknya sudah menjadi menu yang tidak pernah dipesan namun pasti datang. Melihat berbagai bencana alam, rasanya perlu membuat kesepakatan bersama. Kesepakatan ini tidak memihak pada ormas atau golongan tertentu tapi mempunyai prinsip kesolehan. Tujuannya untuk membangun bangsa dan alamnya agar lebih baik lagi. Sudah seharusnya bersepakat dengan alam, caranya dengan jalan memperbaiki alam. Belurn terlambat untuk memulai kebaikan dengan alam misal dengan menjaga keseimbangan alam dari polusi yang berlebihan. Di antaranya dengan mengurangi penggunaan bahan atau materi yang dapat merusak alam. Juga memanfaatkan alam sesuai dengan kebutuhan, segera tanggap dengan kondisi yang terjadi apalagi sekarang musim banjir dan longsor. Tantangan yang paling besar dan sulit dalam melaksanakan kesepakatan ini adalah kesadaran dari masing-masing individu. Jangan salahkan alam kalau alam ngamuk. Bagi yang sadar akan kandisi alam dan kesepakatannya maka harus lebih bekerja keras dan rajin berdoa. Karena kita tidak dapat mengingkari kalau Tuhan, alam dan manusia adalah satu kesatuan yang kekal. Dias Widhiyanta K Mahasiswa Unnes, Semarang *** Kinerja DPRD Kendal Konon gaji DPRD Kendal berkisar antara Rp 10 juta - Rp12 juta/bulan. Itu pun masih dimanja lagi dengan banyak fasilitas plus aneka tunjangan. Seperti yang baru-baru ini terjadi pembelian 8 unit mobil Kijang Innova yang harga rata-rata Rp 185 juta/unit dan rehap rumah dinas ketua DPRD senilai Rp 677 juta. Semua dananya berasal dari uang rakyat. Sementara kinerja para wakil rakyat masih dipertanyakan. Yang sering terdengar mereka hanya melakukan kunjungan kerja (kunker), meski kalau dicermati sebetulnya sekadar piknik. Dalam momentum ini mereka disinyalir sering minta uang saku ke sejumlah kepala dinas. Artinya para anggota Dewan merupakan kelompok yang paling jago dalam menghamburkan uang rakyat. Sedang manfaat kunker masih jadi tanda tanya, terutama terkait dengan efek dan korelasi terhadap kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Kegiatan kunker, hanya berkesan rutinitas kedinasan sedang besarnya uang yang digelontorkan tak sebanding dengan out put dan manfaat yang didapat. Walau hujan kritik sering menimpa para anggota Dewan tapi nampaknya mereka tetap bergiming. Di lembaga legislatif ini banyak berlepotan kasus korupsi misal korupsi APBD 2003 senilai Rp. 6,7 miliar yang diduga dilakukan anggota DPRD periode 1999 - 2004. Namun menurut temuan Komite Penegak Kebenaran (KPK) Kendal, para wakil rakyat masa bakti 2004 - 2009 juga diduga lebih rakus "membobol" uang rakyat sebesar Rp 14,25 miliar. Bahkan ada rumor 14 anggota Dewan yang terindikasi berijazah palsu berdasarkan surat Kapolda Jateng No 13/80/V/2005/reskrim tanggal 30 Mei 2005 dan berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejari. Namun sudah 2 tahun lebih, dua kasus pidana terakhir tersebut hanya "mengendap" di Kejari. Fakta ini seakan menjadi pembenar terhadap survey yang dilakukan TII (Transparansi International Indonesia) bahwa instansi yang paling "berlumur" korupsi adalah lembaga penegak hukum dan kalangan politikus. S Joko Wiyono Sudagaran RT 5/RW 1 Sukorejo, Kendal. *** Tantangan Gebrak Hari pencanangan antikorupsi telah berlalu beberapa bulan di Cilacap di mana waktu itu spanduk bernadakan antikorupsi terpampang di tempat strategis. Tapi sampai hari ini saya tidak tahu apakah ada kelanjutan dengan tindakan pelaksanaannya. Saya percaya rakyat menantikan pelaksanaan gerakan ini. Orang awam jelas tidak berani tampil menjadi pimpinan gerakan ini di Cilacap. Mereka kebanyakan juga belum memahami apa saja yang termasuk korupsi. Bagaimana akan membasmi kalau memahami apa korupsi saja tidak tahu. Ini kewajiban kejaksaan dan KPK untuk menyosialisasikan agar rakyat peduli. Benarkah mereka akan memperoleh jaminan keselamatan jiwa raga dan keluarganya. Karena itu saya tantang Bapak Bupati bersama Bapak Kajari dan Bapak Kapolres untuk berani menjadi pemimpin terbuka gerakan antikorupsi di Cilacap. Wadahnya telah saya temukan dengan nama ''Gerakan Bersama Rakyat Anti Korupsi'' disingkat Gebrak. Harapan, gerakan ini bisa menjadi gebrakan kerja keras Bapak Bupati di awal periode kepemerintahan yang kedua. Masyarakat mengharap gebrakan Bapak Bupati untuk memimpin langsung gerakan ini karena beliau punya Badan Pengawas Daerah, sedang Bapak Kajari dan Kapolres memiliki mata, telinga dan kewenangan untuk menindak para koruptor. Selamat berjuang, mari bersama bergotong royong membangun bangsa dan NKRI. Sutrasno Jl Bakung 1945 RT 3/RW 6, Sidakaya Cilacap Penunjukan Gubernur Wacana Gubernur Lemhanas Prof Muladi tentang penunjukan gubernur langsung oleh presiden seperti yang disampaikan belum lama ini, tentu telah melewati kajian mendalam. Begitu pula dengan Gubernur Akademi Militer dan Kepolisian. Masalah pro dan kontra tentu wajar apalagi bila bersinggungan dengan kepentingan perorangan atau lembaga. Namun dalam beberapa penyelenggaraan pemilihan pejabat langsung, banyak pelajaran yang bisa diambil. Misal budaya golput (pemilu legislatif 2005 di Kab Semarang pemilih 641.284 orang, pengguna hak 513.482 orang, golput 126.802 orang, persentase 19,77%. Pemilu presiden, pemilih 653.690 orang pengguna hak 528.504 orang, golput 125.504 orang atau persentase 19,19%. Pilkada Jateng Juni 2008 dengan 35 kab/kota dan 85.946 TPS dengan jumlah pemilih 23.363.812 orang, menganggarkan biaya Rp 481 miliar. Uang sebesar itu tentu masih tersisa bila dipakai menaikkan honor pengajar PAUD, guru madrasah, membangun sekolah, memberi beasiswa, memberi kredit UKM atau membangun jalan antardesa. Di samping itu pejabat drop-dropan biasanya lebih netral, tidak condong ke salah satu pihak. Sejatinya rakyat tidak melihat (untuk tidak mengatakan tidak peduli) siapa yang menjabat. Yang penting bersih, tegas, jujur, adil, taat dan memihak masyarakat. Melihat golput hampir mendekati angka 20%, saya hanya bisa berharap semoga rakyat berkepentingan dengan pilkada langsung, bukan sekadar parpol pengusung, sponsor serta calonnya sendiri. Noor Rofiq Jl Wamena V/228-229, Ungaran. *** Relawan Penelitian Kondom merupakan alat kontrasepsi alternatif yang baik selain rnencegah penularan penyakit menular seksual. Meski murah dan baik, kendala pemasyarakatan penggunaan kondom masih tinggi. Dari survey awal saya, penyebab kurang minatnya orang menggunakan kondom karena ukurannya tidak pas betul sehingga longgar dan mengurangi "rasa". Tidak pasnya ukuran disebabkan tidak akuratnya pendataan. Dalam beberapa referensi, ukuran yang tertulis tidak sama dengan yang sebenarnya dan ini saya dapatkan dari survey yang relawannya orang lokal (Jateng). Dari dasar itu saya mengajak pembaca atas kesukarelaan, rasa pengabdian yang tinggi untuk mencatat ukuran sebenarnya. Data tersebut mohon dikirim secara rahasia (konfidential) lewat sms. Yang diukur adalah panjang alat vital dan kelilingnya. Panjang diukur dengan menggunakan penggaris yang kaku (mika, plastik, logam) dari pangkal (atas Mr P) ke ujung. . Bila angka 0 (nol) tidak di tepi, maka ukuran ditambah sebanyak jarak tepi penggaris ke angka 0 (nol). Keliling diukur dengan cara melingkarkan benang atau kertas atau pita secara melingkar pada tengah batang "mr P". Ujung kertas hingga ketemu tengah kertas lalu ditandai, kemudian diukur ujung kertas hingga titik yang ditandai kelilingnya dengan penggaris. Pengukuran dilakukan pada saat ereksi penuh. Relawan ini untuk pria di atas 20 tahun. Yang dikirim adalah umur, tinggi badan, berat badan, suku, panjang dan keliling. Misalnya 27, 160, 65, Jawa, 13,5 cm, 12 cm tanpa nama dan alamat. Saya tidak akan mencatat nomor ponsel pengirim sms. Bagi yang tergugah, saya ucapkan terima kasih. Bila tulisan ini membuat tidak nyaman, mohon maaf. Dr Budi Laksono MHSc (024 70350605) Mahasiswa Doktoral Undip, Semarang. *** Perlu Pemimpin Jujur Negeri ini perlu figur pemimpin yang jujur baik dalam bersikap, bertutur maupun berperilaku. Adakah figur seperti itu ?.Telah sepuluh tahun lebih negeri ini dalam nuansa krisis, namun belum mampu lepas dari kubangan krisis tersebut. Dengan demikian perlu figur yang tidak hanya terbaik dan terpilih, namun juga jujur, transparan serta anti-KKN. Banyak pemimpin yang tersandung masalah hukum karena mengeruk uang rakyat triliunan rupiah, namun mereka sering divonis bebas oleh lembaga peradilan. Memang negeri ini subur dengan munculnya para koruptor baru. Lembaga penegak hukum bahkan sudah jadi sarang koruptor dengan memainkan pasal atau ayat kunci untuk mengeruk keuntungan finansial. Akibatnya hukum sebagai panglima hanya wacana politis dan bisa diskenariokan tanpa memperhatikan keadilan yang berkembang di masyarakat. Rakyat bergantung pada kepribadian akhlak para pemimpinnya, bukan karena uang dan kekayaannya. Bukan pula karena kekuatan/kekuasaan serta pengaruh politiknya. Negeri ini perlu dibangun dengan mencari figur pemimpin yang jujur serta anti-KKN. Wisnu Widjaja Jl Sindoro I/16 Panggung , Tegal. *** Penipuan Berhadiah Saya konsumen kopi ABC yang diproduksi PT Santos Jaya Abadi. Sesuai pengumuman yang tertera di setiap bungkus produk kopi, jika beruntung seorang konsumen bisa mendapatkan hadiah yang ditandai dengan penemuan hologram di dalam bungkusnya. Secara kebetulan, saya mendapatkan dalam kertas bertanda hologram itu hingga berhak atas hadiah sebuah mobil. Namun ketika saya hubungi perwakilan perusahaan itu di Semarang, ternyata dikatakan palsu. Padahal di kertas bertempelkan hologram mengatakan, tanda hadiah itu asli. Saya tidak habis pikir, mungkinkah produk kopi ABC yang beredar di pasaran itu telah dipalsukan atau terjadi konspirasi sehingga apa yang saya peroleh itu dibilang palsu agar hadiahnya bisa beralih ke orang tertentu. Mungkin juga promosi yang dilakukan PT Santos hanya akal-akalan belaka karena pihak perusahaan tak siap memberikan hadiah seperti yang dijanjikan. Saya prihatin. Kepada pembaca yang kebetulan mengalami hal seperti saya agar lebih berhati-hati dan tidak tertipu lebih jauh mengingat penipuan kini dikemas dalam berbagai modus. Tengku Fetty Fatimah Bukit Beringin Lestari 8/B 226, Semarang. Kedelai Melonjak Jangan Ragu Naikkan Harga Tempe Akhir-akhir ini harga kedelai naik dratis. Para perajin tempe/tahu sedih bahkan demo meminta pemerintah mengendalikan harga kedelai. Tetapi yang paling sedih sebenarnya rakyat kecil karena tempe adalah makanan standar yang paling murah dan terjangkau. Kedelai adalah makanan yang luar biasa manfaatnya. Kedelai mengandung phytoestrogen, flavaniod yang terbukti mencegah kanker payudara, prostat, usus, menghaluskan kulit, mencegah penuaan dini krn antioksidan. Bila tempe dan tahu makanan orang kecil sebenarnya keliru. Justru orang berpendidikan dan pintar memilih tempe, tahu dan susu kedelai dibanding daging ayam. Bahkan bagi yang sejak kecil tidak biasa makan tempe (orang barat), terpaksa membeli ekstrak kedelai dalam bentuk kapsul yang mahal untuk obat kanker payudara, mencegah tidak nyaman pre-menopause, penghalus kulit. Karenanya masyarakat tidak usah mengurangi konsumsi tempe. Bila makin mahal, maka justru yang dikurangi adalah konsumsi gula, keju, margarine, roti, rokok, alkohol. Bagi perajin selain mengemas tempe dengan lebih sesuai dengan harga jual baru, jangan ragu menaikkan harganya. Tempe dan tahu memang bukan makanan murahan. Berapa pun harganya, kita tidak akan lari darinya. Dr Budi Laksono MHS (024 70350605) Mahasiswa Doktoral Undip, Semarang. *** Ciong dan Ci Swak Bagi orang Tionghoa yang beragama Tao, Buddha, Khonghucu maka-kata ciong dan ci swak adalah hal yang biasa didengar. Tapi bagi orang awam lain mungkin masih menjadi pertanyaan. Ciong adalah semacam "sengkala" sial dan mengapa bisa terjadi pada seseorang. Yang utama karena dari perbuatan seseorang menimbulkan karma jelek atau pahala. Untuk mengantisipasi ciong besar jadi ciong kecil atau ciong kecil dimusnahkan maka banyak cara, di antaranya harus banyak melakukan kebaikan dan keikhlasan membuat semua makhluk jadi bahagia. Baru langkah kedua dengan ci swak. Ci swak: adalah ritual semacam selamatan yang diadakan di kelenteng tiap akhir tahun menjelang Tahun Baru Imlek. Caranya dengan mempersembahkan: buah-buahan, kue ku, moho, wajek, pisang mas dan melepas makhluk hidup seperti burung emprit, ikan lele, udang. Tujuannya berbuat amal dan membebaskan makhluk hidup (fang shen). Bagaimana cara kerja ciong antara shio diri dan shio tahun misal 2008 adalah Tahun Tikus berunsur api. Yang kena ciong adalah orang yang bershio Tikus, Naga, Kera, Kuda, Macan, Anjing dan Kerbau yang berusia 36 tahyb, khusus laki-laki. Hal ini bisa dipelajari di buku shio yang terbit tiap tahun atau bisa hubungi syaa. Oei Shu An (Handoyo) Jl Wotgandul Timur 23, Semarang |