| Kamis, 24 Januari 2008 | SEMARANG |
SMK Telekomunikasi Tunas HarapanSiapkan Tenaga Kerja Sesuai PerkembanganTENGARAN- Semakin bertambahnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejalan dengan program Departemen Pendidikan, menambah jumlah SMK untuk menyediakan tenaga kerja siap pakai. SMK berusaha melengkapi fasilitas pendidikan, seperti laboratorium dan bengkel, agar siswa memiliki keterampilan yang lengkap, sehingga begitu lulus siap kerja di berbagai perusahaan. Menyempurnakan fasilitas serta program studi yang lengkap, dilakukan SMK Telekomunikasi (Telkom) Tunas Harapan Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Sekolah ini memiliki program studi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Multimedia, Teknik Elektronika Komunikasi, dan Mekanik Otomotif. Adapun fasilitas laboratorium yang disediakan seperti, komputer, software, hardware, elektronika, otomotif, listrik, digital, broadcasting, perpustakaan digital, dan bahasa. Hampir sebagian besar peralatan dunia kerja pada perusahaan dimiliki, untuk membantu praktik siswa di sekolah. Kepala SMK Telkom Tunas Harapan Jumeri STp MSi didampingi Humas Fitri Rangga mengatakan, ada beberapa tujuan pendidikan yang diterapkan di SMK itu. ''Semuanya berkaitan dengan dengan pengembangan teknologi dan komunikasi yang dibutuhkan dunia kerja, dan selalu berkembang seperti sekarang ini,'' kata Jumeri. Mengembangkan Diri Tujuan itu di antaranya menyiapkan siswa agar siap kerja di bidang teknologi dan informasi secara profesional, berkompetensi, dan bisa mengembangkan diri. Selain itu, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat. Tujuan dan strategi pendidikan yang diterapkan kepada siswa membuat lulusan SMK Telkom setara dengan sarjana muda. Atas keberhasilan sistem pendidikan yang diterapkan, sekolah ini mendapat sertifikat ISO 9001-2000 tentang System Manajemen Mutu, yang penyerahannya akan dilakukan Februari mendatang. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, tidak lepas dari peran siswa, tenaga pendidik, dan pengurus yayasan dalam mengembangkan sekolah. Sekolah juga menerapkan sistem disiplin dalam belajar dengan bekal pengetahuan dasar semimiliter. Hal itu bukan untuk memiliterisasi siswa, namun untuk mengambil ilmu militer yang berguna bagi pengembangan watak siswa, dan ternyata sangat dibutuhkan perusahaan. (H2-37) |