logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

Warga Sleman Diminta Intensifkan Pertanian

SLEMAN - Sampai tahun 2007 di wilayah Sleman masih terdapat areal sawah seluas 23.225 hektare. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani, pemkab telah memotivasi warga masyarakat untuk melaksanakan intensifikasi pertanian dengan membudidayakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Dalam keterangannya pada dialog dengan petani bersama Gubernur Provinsi DIY, baru-baru ini, Bupati Sleman Drs Ibnu Subiyanto Akt menjelaskan, pemberdayaan petani dilakukan melalui kelompok tani. Baik kelompok tani tanaman pangan dan holtikultura (TPH), perikanan maupun peternakan.

Pada saat ini, ucapnya dalam acara dengan Kelompok Tani Mandungan, Kecamatan Seyegan, di wilayahnya terdapat 683 kelompok tani TPH yang terdiri atas 511 kelompok pemula, 168 kelompok lanjut, dan tiga kelompok madya serta satu kelompok utama.

Di bidang perikanan telah terbentuk 305 kelompok tani ikan terdiri atas 201 kelompok pemula, 85 kelompok lanjut, 15 kelompok madya, dan empat kelompok utama. Di bidang peternakan terdapat 416 kelompok tani ternak yang terdiri atas 367 kelompok pemula, 47 kelompok lanjut, satu kelompok madya, dan satu kelompok utama.

Adapun areal sawah yang ada terdiri atas sawah irigasi teknis seluas 9.960 hektare, setengah teknis 8.665 hektare, sederhana 4.038 hektare, dan tadah hujan seluas 592 hektare. Sementara itu, luas pekarangan 18.956 hektare, tegal/kebun 6.417 hektare, hutan rakyat 1.592 hektare, hutan negara 1.335 hektare, kolam/empang 383 hektare, dan lainnya 5.544 hektare.

Tani Aktif

Kelompok-kelompok tani tersebut merupakan kelompok tani aktif. Dia menambahkan, konsep yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat adalah dengan pendistribusian aset kepada rakyat. Dengan upaya tersebut seseorang dapat meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri dan mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik. Aset yang diberikan dalam bentuk stimulan permodalan dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan.

Sampai tahun 2007, total dana yang telah bergulir mencapai Rp 60,814 miliar. Dana tersebut digunakan untuk bidang pertanian Rp 50,62 miliar (83 %). Kecamatan Seyegan merupakan salah satu dari dua kecamatan yang pada tahun 2008 ditetapkan sebagai pilot proyek penanggulangan kemiskinan.

Dipilihnya Seyegan dan Prambanan disebabkan beberapa pertimbangan antara lain karena kondisi produk domestik bruto perkapita masyarakatnya masih rendah, jumlah rumah tangga miskin tinggi, kajian kondisi terparah tentang kemiskinan oleh BPS DIY perwakilan wilayah timur dan barat.

Sri Sultan mengharapkan, kelompok peternak sapi agar dapat disatukan dalam kelompok untuk menangkap program pembuatan biogas dari kotoran sapi. Sebab berdasarkan pengalaman 10 peternak sapi bisa menghemat Rp 7,2 juta setiap tahun.

Kesempatan bertemu dengan Gubernur juga dimanfatkan petani berdialog langsung tentang masalah salak pondoh, pupuk urea dan organik, biogas serta bantuan penguatan modal. (P58-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA