logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

Pangeran Akishino Kunjungi Candi Prambanan dan Kotagede

YOGYAKARTA - Pangeran Akishino dan Putri Kiko dari Jepang terkesan setelah menyaksikan keindahan panorama Candi Prambanan, Rabu (23/1). Arsitektur yang begitu megah dari candi tersebut membuat pengeran kedua dari Jepang ini tak henti-henti mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda rasa kekagumannya.

Candi Prambanan yang sempat rusak akibat gempa 27 Mei tahun 2006 lalu menarik perhatian mereka. Peninjauan Pangeran Akishino dan istri ke candi itu karena Pemerintah Jepang turut membantu merenovasi berbagai bangunan bersejarah yang rusak akibat gempa.

Selama berkunjung, Pangeran Akishino dan istri beserta rombongan berkeliling pelataran sambil mengamati berbagai relief yang ada di batu candi.

Sebelumnya tamu negara itu mengunjungi SMPN 2 Pleret, Bantul.

Selama kunjungan ke sekolah itu dia terkesan saat menyaksikan langsung proses belajar mengajar. Sebagai rasa kagum dan dedikasinya yang tinggi terhadap proses belajar mengajar, sang pangeran memberi kenang-kenangan berupa ayam yang terbuat dari keramik. Kenang-kenangan ini, menurut Kepala SMPN 2 Yasmuri, diberikan mengingat di Negara Matahari Terbit itu ada sebuah dusun atau desa yang seluruh penduduknya bekerja sebagai perajin dari keramik. Pangeran Akishino adalah seorang ahli atau peneliti tentang ayam sehingga kenang-kenangan yang diberikan lebih melambangkan kesenangan dia terhadap unggas tersebut.

Dalam kunjungan selama 20 menit tersebut dia dan rombongan didampingi Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Sugito MSi.

Selama sehari kemarin, Pangeran Akishino juga mengunjungi UGM dan Tom Silver, tempat perajin perak yang ada di Kotagede. Di sana dia beserta istri berbelanja sejumlah kerajinan perak. Sementara itu, Anita, pemilik Tom Silver mengatakan, pihaknya senang karena galerinya ditinjau tamu negara Jepang. Malam sebelumnya, Selasa (22/1), Pangeran Akishino dan putri dijamu makan malam Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pagi ini (Kamis 24/1), keduanya akan berkunjung ke Candi Borobudur dan melihat-lihat kerajinan batik di Pasar Beringharjo.

Pengamanan Ketat

Sementara itu, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang meliput kunjungan Pangeran Akishino dan istri di SMPN 2 Pleret, Bantul, kecewa. Pasalnya, pengamanan yang dilakukan oleh aparat sangat ketat, sehingga wartawan yang hendak mengambil gambar tamu negara itu terpaksa harus kucing-kucingan walaupun para jurnalis sudah dilengkapi dengan ID card.

Setiap wartawan yang hendak masuk ke halaman SMPN 2 Pleret, baik tas maupun jaket diperiksa petugas. Akhirnya mereka tidak boleh masuk ke halaman sekolah untuk meliput kunjungan kenegaraan itu. ''Saya sudah memberi tahu bahwa saya wartawan yang akan meliput, namun tetap dilarang masuk oleh petugas,'' kata Suryono, wartawan RRI Yogyakarta.

Pengamanan itu terkesan lebih ketat daripada saat Presiden SBY ke Yogyakarta dan Kutoarjo untuk meresmikan jalur rel ganda Kutoarjo-Yogyakarta dan Depo KRL di Depok, kemarin. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA