logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Dimabuk Cinta Dokter

HONG KONG - Seorang pasien wanita di Hong Kong sengaja mendaftar untuk periksa ke dokter sebanyak 53 kali dalam waktu satu hari demi hanya melihat seorang dokter yang digandrunginya.

Siu Ping-kiu (39) menggunakan nama palsu dengan sejumlah kartu tanda pengenal agar dapat mendaftarkan diri berkonsultasi dengan seorang dokter usia 30 yang dipujanya dan digandrunginya, demikian diberitakan harian The Hong Kong Standard, kemarin.

Siu jatuh cinta pada Ma Kwok Leung pada pandangan pertama tahun 2005 saat si dokter menangani masalah kesehatannya di sebuah klinik di wilayah Yuen Long. Kemudian, dia terobsesi dan terus mengejar si dokter yang kemudian dipindahkan ke klinik lain atas permintaan sendiri demi menghindari kejaran Siu.

Tahun lalu Siu menelepon rumah sakit untuk membuat perjanjian konsultasi, yang salah satunya sebanyak 53 kali dalam satu hari. Pihak pengelola klinik segera memanggil aparat keamanan saat mereka mengetahui Siu menggunakan nama dan data palsu untuk mendaftar periksa di klinik mereka.

Atas tindakannya itu, Siu diajukan ke pengadikan. Di depan hakim, Siu mengakui dirinya memperoleh akses ke sistem komputer klinik dengan cara tak jujur.

Sidang pengadilan ditunda hingga 29 Januari mendatang. Hakim kemungkinan akan memerintahkan Siu untuk berkonsultasi dengan psikiater.(ant-25)

Polisi London Protes

LONDON - Kalau biasanya polisi mengawal atau menumpas aksi demokrasi, kini terjadi sebaliknya. Sekitar 18.500 polisi menggelar pawai di pusat kota London Rabu kemarin. Mereka memprotes keputusan pemerintah yang tidak memberlakukan surut kenaikan gaji.

Perselisihan itu merebak pada Desember lalu ketika Menteri Dalam Negeri Jacqui Smith mengumumkan bahwa kenaikan gaji sebesar 2,5 persen tidak akan berlaku surut sejak September sebagaimana diharapkan semula.

Pemerintah beralasan, keputusan itu untuk mengamankan belanja pemerintah. Namum, para polisi mengatakan keputusan itu sama saja membuat kenaikan gaji hanya sebesar 1,9 persen, atau masih di bawah tingkat inflasi dan anggaran pemerintah sebesar 30 juta poundsterling.

Federasi Polisi, lembaga yang beranggota 140.000 polisi di Negara Bagian England dan Wales, menyatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi untuk meninjau ulang keputusan itu.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA