| Kamis, 24 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
Iran Tak Pedulikan Sanksi BaruTEHERAN - Para pemimpin Iran, kemarin, bertekad melanjutkan aktivitas nuklirnya tanpa memedulikan sanksi baru PBB. Hal itu diungkapkan sehari setelah negara-negara besar menyepakati garis besar resolusi baru. ''Bangsa Iran telah memilih jalannya dan akan melanjutkannya,'' kata Presiden Mahmoud Ahmadinejad seperti dikutip kantor berita pelajar ISNA. Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya khawatir aktivitas nuklir Iran dimaksudkan untuk membuat senjata nuklir. Iran, negara pengekspor minyak mentah terbesar keempat dunia, menyatakan program nuklirnya untuk pembangkit tenaga listrik. Lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yaitu Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, dan China - plus Jerman - Selasa lalu menyepakati rancangan resolusi sanksi ketiga terhadap Iran. Namun para diplomat menyatakan rancangan itu tidak berisi langkah-langkah ekonomi yang bersifat menghukum seperti diminta Washington. Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan di Berlin pada Selasa lalu bahwa rancangan sanksi baru itu akan diserahkan ke Dewan Keamanan PBB beberapa pekan mendatang. Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan resolusi itu tidak keras atau menghukum dan menyambut baik kemajuan yang dicapai antara Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Menurutnya, resolusi baru itu menyerukan negara-negara agar mewaspadai hubungan transportasinya dengan Iran sehingga hubungan itu tidak dimanfaatkan untuk mengangkut material berbahaya. Dari Bagdad Kemlu Irak, kemarin, menyatakan Ahmadinejad menerima undangan untuk berkunjung ke ibu kota Irak. Kunjungan bersejarah itu membuat Ahmadinejad menjadi pemimpin Iran pertama yang mengunjungi bekas musuhnya. Iran dan Irak terlibat perang selama delapan tahun pada 1980-an yang menewaskan ratusan ribu orang, namun hubungan kedua negara membaik sejak Saddam Hussein digulingkan dalam invasi pimpinan AS tahun 2003 dan pemerintahan pimpinan syiah berkuasa.(rtr-niek-26) |