logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 BANYUMAS
Line

Pestane Wong Banyumas 2008-2013

Para Botoh Diduga Mulai Tebar Uang

  • Sejumlah Calon Dapat Suntikan Dana

PURWOKERTO-Sepekan menjelang masa kampanye pilbup yang dimulai Kamis (24/1), para botoh atau gambler pilkada dari sejumlah daerah mulai bergerilya di Banyumas. Termasuk juga para pemain lokal. Mereka mulai bertaruh untuk menebak siapa pasangan calon yang terpilih dalam Pilbup 10 Februari 2008.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, para ''gambler'' (sebutan botoh) termasuk donatur juga terlibat membekingi sejumlah calon dengan cara menyuntikkan dana segar. Motivasinya selain ada ''deal politik'' pascapilbup, juga terkait pasar taruhan.

Pasaran taruhan yang banyak diperbincangkan itu bervariasi, berkisar mulai angka Rp 1 miliar, Rp 2-3 miliar, Rp 5 miliar dan tertinggi ada yang berani mendekati angka Rp 10 miliar. Sejumlah perantara juga siap mempertemukan para botoh yang akan bertaruh.

Cara bermainnya, menurut salah satu sumber SM, di antaranya si pemain berani memberikan suntikan dana segar ke calon tertentu. Namun, dia membuka taruhan dengan pihak lain dengan mengunggulkan calon berbeda (ngebom-Red).

Dana yang disuntikan ke calon tertentu, nilainya lebih rendah dari besaran taruhan yang dipasangkan untuk calon berbeda. Kalau nantinya calon yang dibekingi kalah, si pemain itu masih mendapat keuntungan karena dia bermain ''gembler'' karena taruhan dengan pihak lain nilainya lebih tinggi. Artinya, dia masih mendapatkan sisa keuntungan atas uang yang sudah dikeluarkan untuk suntikan ke calon yang merasa didukungnya.

''Pasar taruhannya ada yang model dua calon-dua calon. Misalnya AW-BP berani ditaruhkan dengan SW-MJK. Atau sebaliknya AW-SW ditaruhkan BP-MJK. Kalau untuk taruhan tunggal misalnya siapa yang menang belum begitu banyak diperbincangkan. Sebab petanya terus berubah,'' kata seorang perantara taruhan yang tidak mau disebutkan namanya.

Donatur Jakarta

Para botoh Pilkada, itu datang dari Magelang, Boyolali, Purworejo dan wilayah Pantura bagian timur. Termasuk para donatur ibukota (Jakarta), yang punya ikatan dengan daerah asalnya. Untuk donatur lokal informasinya, isu yang berkembang di antaranya datang dari sejumlah rekanan tertentu yang pernah terlibat dalam pembangunan proyek-proyek besar di Banyumas terdekat ini.

Salah satu rekanan terkenal di Purwo-kerto, juga Humas Gapensi Firman, dikonfirmasi mengenai isu tersebut, dia membantah. Kalangan rekanan yang pernah membangun proyek Pemkab dijamin tidak ikut mendanai calon tertentu.

''Kalaupun kita membantu itu sebagai teman dekat dan dilakukan secara iklas dan tidak ada kepentingan. Itu juga bukan terkait masalah proyek,'' kata Firman seraya menyatakan, dia juga dekat dengan dua cabup yang pernah menjabat di Pemkab Banyumas.

Dalam soal Pilbup kali ini, dia dan sejumlah rekan-rekan rekanan, katanya, banyak yang memilih ''tiarap''. Dia juga menyatakan, kalau kalangan rekanan atau donatur tertentu memberikan suntikan dana ke calon tertentu setelah jadi nanti, terus dapat kompoensasi untuk menggarap proyek tertentu.

''Tak semudah seperti itu. Untuk pelelangan proyek semua tetap melalui prosedur,'' tandasnya.

Ketua KPU Ismiyanto Heru Permana menanggapi masalah itu menyatakan, dana-dana yang ''berseliweran'' di luar dana yang resmi dimiliki calon atau donatur untuk kampanye (sesuai ketentuan) bukan wilayah penanganan KPU.

''Kalau yang kami tangani ya dana-dana yang resmi termasuk tentang dana kampanye yang mengacu aturan yang ada. Tapi saya juga mengaku banyak mendegar dan mendapat informasi tentang itu,'' kata Heru. (G22,in-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA