| Selasa, 22 Januari 2008 | SALA |
Subo Suko WonosratenTak Pakai TIK, Kena SanksiKARANGANYAR - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat akan menindak tegas instansinya di daerah yang tidak segera mengoperasikan jaringan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang sudah diberikan sejak 2006. ''Ada 58 BPN se-Indonesia yang diberi peralatan itu, tapi tidak sampai 5 kantor yang menggunakannya untuk meningkatkan pelayanan sertifikasi tanah masyarakat. Karena itu kami akan memberi tindakan tegas,'' kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPN, M Ruchiyat Noor kepada Suara Merdeka, kemarin. Dikatakannya, tahun 2008 ini ada tambahan 100 kantor BPN di daerah yang akan memperoleh peralatan TIK. Namun pemberian tersebut disertai penerapan sanksi tegas. Sanksi itu bisa berupa konduite jelek pada pimpinan dan seluruh karyawan kantor, bisa pula sanksi lain. ''Tanpa reward and punishment, sulit membuat perubahan di instansi layanan publik seperti BPN,'' kata dia(an-63) Tunggakan Askeskin Rp 1 M BOYOLALI- Tunggakan tagihan Askeskin di Boyolali yang mencapai Rp 1 miliar di RSU Pandan Arang Boyolali dikhawatirkan tak terbayar. Hal itu menyusul keputusan Departemen Kesehatan RI untuk mengalihkan penyaluran dana Askeskin dari PT Askes ke lembaga lain mulai 2008. ''Tunggakan Askeskin di RSU Pandan Arang mencapai sekiar Rp 1 miliar terhitung sejak Agustus hingga Desember 2007,'' kata Direktur RSU Pandan Arang Boyolali, dokter Umi Haniek. Dia merasa kesulitan untuk menagih tunggakan, sebab dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu PT Askes sudah menyatakan dana untuk klaim program Askeskin telah habis. Adapun Depkes menyatakan seluruh dana yang dialokasikan untuk program Askeskin selama periode 2008 lalu sudah diserahkan seluruhnya ke PT Askes.(G10-67) Pelatihan Tersentral Kempo SOLO - Persaudaraan Kempo Seluruh Indonesia (Perkemi) cabang Solo kini bersiap menyongsong Porprov Jateng 2009 (dulu Porda), dengan melakukan pembinaan intensif terhadap para kenshi. Hanya, formasi atlet yang bakal diterjunkan belum terbentuk. ''Namun rancangan formasinya sudah ada. Kami mengincar dua emas dalam persaingan dengan 15 daerah lain,'' kata Dewan Kehormatan Pengkot Perkemi Solo Zulkifli Nasution, kemarin. Medali emas itu ditumpukan pada nomor umbu berpasangan yudansha campuran, dan umbu beregu putra (satu regu berjumlah 4-6 atlet). Di luar kedua nomor tersebut tidak ada gambaran peraihan emas, meski seluruh kenshi diminta berlatih dan bertarung keras. TC tersentral sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir di Banyumas, sehingga pembinaan kenshi di daerah itu menunjukkan peningkatan.(D11-63) 4 SD Rusak Butuh Rp 1 M SOLO - Pemkot Surakarta setidaknya membutuhkan anggaran Rp 1 miliar untuk memperbaiki sekolah yang rusak parah akibat banjir 26 Desember lalu. Jumlah tersebut hanya untuk empat sekolah yang kerusakannya paling parah. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Drs Amsori MPd mengemukakan, berdasar inventarisasi, dari 40 sekolah yang dilaporkan rusak, empat di antaranya yang paling parah yakni SDN Kampung Sewu No 25, SDN Plalan 1, SDN Plalan 2 dan TK Islam Bakti. Kepala SDN Kampung Sewu No 25 Jebres, Sunarno, menuturkan, kerusakan yang diderita sekolahnya mencapai Rp 460 juta. Kepala SDN Plalan 2, Sarjito mengatakan, sekolah dengan jumlah siswa 178 itu membutuhkan dana pemulihan sebesar Rp 129 juta. (J6-67) Produksi Tempe Dikurangi SRAGEN - Melonjaknya harga bahan baku tahu dan tempe saat ini mengakibatkan pengusaha tahu tempe di Sragen mengurangi produksi sampai sekitar 25 persen. Hal itu disebabkan harga kedelai impor yang biasanya Rp 2.500/kg, kini melambung menjadi Rp 7.000/kg. Kenaikan harga kedelai berdampak menurunkan pendapatan para pengusaha tahu tempe. Sebelum harga kedelai melonjak, mereka dapat mengantongi keuntungan Rp 80.000/hari, namun semenjak mengurangi produksi keuntungan mereka turun menjadi Rp 20.000/hari. Rujino (45) pengusaha tahu dari Desa Kwangen, Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong saat ditemui kemarin menuturkan, pengurangan produksi itu terpaksa dilakukan supaya dapur tetap ngebul, meski masih harus berhemat di sana - sini. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindag & UKM) Sragen, Joko Purwanto mengatakan, sampai saat ini belum ada pengusaha tahu tempe yang menutup usaha akibat harga kedelai di pasaran melonjak. Hanya, mereka umumnya mengurangi jumlah produksi.(J5-63) |