logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 WACANA
Line

Surat Pembaca

Kimia Farma Mengecewakan

Tanggal 14 Janurai 2008 sekitar 19.30 saya menebus resep di Apotek Kimia Farma Jl Pemuda Semarang. Saya antre seperti beberapa orang yang lebih dulu datang dan tersenyum saat membaca motto apotek tersebut yaitu: "Melayani sampai ke hati". Bagus nih, batin saya. Setelah menunggu lama, tiba-tiba ada dua orang (laki-laki dan perempuan) masuk untuk menyerahkan resep kepada petugas.

Anehnya, petugas tersebut langsung melayani dua orang itu tanpa antre seperti yang lain. Padahal obat yang dia pesan cukup banyak, terlihat dari besarnya bungkus plastik yang mereka terima. Akibatnya saya mengantre makin lama,.sementara. kedua orang itu datang langsung dilayani. Ini jelas tidak adil dan melecehkan konsumen.

Padahal saya melihat ada seorang ibu rela menunggu lama bersama anaknya yang terus menangis menahan sakit. Di sebelah saya juga ada penderita bronkitis yang perlu obat segera. Saya tidak tahan melihat kondisi itu dan mencoba memberi masukan kepada peyugas apotek saat itu. Saya bertanya baik-baik, kenapa orang yang datang akhir kok didulukan, sedang yang mengantre lama kok diabaikan.

Petugas menjawab yang intinya, dua orang tersebut harus didulukan karena mereka bosnya, pemilik apotek. Tentu saya dan konsumen lain jengkel. Katanya "Melayani sampai ke hati", tapi kok malah mengabaikan hak konsumen yang rela antre hanya karena ada bosnya. Apa takut ?.

Masukan buat Kimia Farma, semua menginginkan yang terbaik. Harapan, Kimia Farma bisa lebih profesional dan jangan hanya obral motto atau slogan tapi tidak terbukti kinerjanya. Termasuk obral janji memberi diskon 5% bagi yang menunggu lebih dari 15 menit untuk obat yang bukan racikan. Banyak orang yang malam itu menunggu lebih dari 15 menit. Boro-boro didiskon, antre saja dilangkahi.

Ari Purbono (08156639857)

Genuk Baru 10 RT 5/RW 7 Tegalsari, Semarang

Harga di RM Tenda Biru

Tanggal 14 Januari2008 saya bersama 4 teman makan di RM Tenda Birudi kawasan Tembalang Semarang yang terkenal di kalangan mahasiswa karerna letaknya strategis dan dan harganya terjangkau. Tetapi malam itu saya kaget karena harus bayar Rp 102.000 dan saat saya minta rinciannya, petugasnya langsung mengembalikan uang Rp 2.500.

Mengapa bisa demikian dan bagaimana pertanggungjawaban atas harga Rp 102.000. Contoh harga bebek goreng (tanpa nasi) Rp 15.000, ayam goreng Rp 10.000 apa itu yang disebut harga mahasiswa?. Setahu saya meski harganya tidak tertulis tetapi jelas diketahui nilai nominalnya oleh setiap pelanggan. Bagi pengunjung lain saya sarankan untuk menanyakan harga terlebih dulu sebelum membeli.

Dian Resmana S

Jl Nangka III/10, Semarang

***

Dirugikan M-Kios

Saya pengguna kartu Simpati (register atas nama Soya) sudah sejak 5 tahun Ialu dan M-Kios (kartu untuk jualan pulsa elektronik khusus Telkomsel (register atas nama kakak saya Bambang Supriyadi). Sudah 2 tahun saya menggunakan kartu M-Kios tapi beberapa bulan ini dikecewakan dengan kualitas kartu yang gampang rusak. Sudah dua kali kartu saya rusak dengan sebab yang tidak jelas.

Pertama, kartu rusak responnya SIM Rejected dan oleh dealer saya disuruh datang ke Gerai Hallo untuk ganti kartu. Di Gerai Hallo petugas mengatakan bahwa kartu tidak bisa langsung jadi karena stok Iagi kosong dan dijanjikan 1 minggu lagi. Kalau ingin Iangsung jadi, harus datang ke Grapari Telkomsel di Purwokerto. Lalu apa gunanya ada Gerai Hallo di Tegal.

Kejadian kedua, kartu sudah rusak lagi di bulan Januari 2008. Saya dengar di Tegal telah dibuka Grapari Telkomsel hingga 11 Januari 2008 saya dan kakak datang ke Grapari Telkomsel di JI Mayjen Sutoyo Tegal untuk ganti kartu dengan harapan kartu M-Kios saya yang rusak bisa langsung diganti.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Petugas menyuruh saya datang ke Gerai Hallo dengan alasan Grapari belum siap melayani pelanggan yang mau ganti kartu. Akhirnya saya ke Gerai Hallo dan setelah cek data, saya pikir bisa Iangsung diproses. Tapi dugaan saya salah lagi.

Karena kakak saya tidak membawa KTP (hanya SIM ), petugas minta saya mengisi form surat kuasa dan memberikan fotokopi KTP. Padahal saar ganti kartu yang pertama, saya tidak mengisi surat kuasa (sedang registrasi atas nama kakak). Saya mengikuti semua prosedur tapi kartu tidak bisa langsung jadi dengan alasan kakak saya tidak membawa KTP.

Saya kecewa dan merasa dirugikan atas pelayanannya. Selain mereka menerapkan peraturan yang berubah dan berbelit-belit, petugas front linernya juga Iamban. Grapari Telkomsel yang seharusnya siap melayani pelanggan sejak membuka kantor malah melemparkan pelanggan ke Gerai Hallo yang notabene masih off line.

Dengan dua peristiwa ini ini saya tidak mau terjadi di kemudian hari. Mohon Telkomsel sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada pelanggannya, misal memberikan kartu dengan kulaitas baik dan petugas front liner yang cepat dan cekatan.

Diah Anggiani

Jl Aspol R Soeprapto F/37, Tegal

***

Dokter di RSUD Kajen

RSUD Kajen Pekalongan berdiri di hamparan tanah yang luas dan dengan lingkungan begitu nikmat. Sungguh keputusan penataan tempat yang perlu mendapat apresiasi tersendiri. Sebagai warga Kabupaten Pekalongan saya salut. Namun perasaan bangga ini segera sirna bila ternyata RS tersebut juga dihuni orang yang kemudian "sakit".

Sebagai masukan, pihak manajemen agar memberikan informasi kepastian kapan dokter datang agar pasien yang menunggu tidak makin stres. Menunggu tanpa ada kejelasan. Kalau memang terlambat ya informasikan kepada pasien.

Usul saya, umumkan bahwa dokter A akan datang pukul 10.30, dokter B pukul 10.35. Jangan mengatakan dokter A,B, C biasanya datang pukul sekian. Menunggu dengan tidak ada kepastian sangat melelahkan dan menjengkelkan. Bukankah komunikasi kini sangat mudah. Artinya bila dokter akan datang pukul l3.00 maka bisa langsung memberi tahu piket.

Pasien akan memaklumi dan akhirnya bisa mengatur waktu kapan memeriksakan diri. Filosofi "Bila dipersulit saja mau, meng-apa harus dipermudah", harus mulai ditinggalkan dan diganti menjadi "Kalau dapat dipermudah mengapa harus dipersulit".

Dokter memang pekerjaan mulia yang memang ditunggu masyarakat. Pasien mencurahkan segala keluhan mulai dari sakit hati sampai sampai sakit sungguhan. Tapi yang perlu diingat oleh dokter, di samping ada kemuliaan juga ada kewajiban.

Des Anasullah

Kebonagung RT 16/RW 6, Kajen

***

Kebersihan Jeparaku

Sebagai warga Jepara, aku merasa bangga karena kota yang tercintaku meraih peringkat pertama Kota Sedang terbersih pada Pemantauan Program Adipura Tahap I Kabupaten/Kota di Jawa Tengah (Suara Merdeka 15 Januari 2008). Sudah sepantasnya bila warga mengucapkan selamat serta memberikan acungan jempol kepada Bupati Drs H Hendro Martojo MM.

Beliau telah mencurahkan segala pikiran dan tenaga sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud. Namun perlu diingat, apa yang dilakukan Bapak Bupati tidak akan ada artinya bila tidak mendapat dukungan dari masyarakat.

Karena itu saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jepara untuk mendukung sepenuhnya program kebersihan sehingga predikat peringkat pertama dapat dipertahankan. Selamat kepada Bapak Bupati, selamat pada dinas yang membidangi kebersihan dan selamat pada seluruh masyarakat Jepara.

Sri Widodo

Kalipucang Kulon RT 6/RW 3

Welahan, Jepara

***

Iktikad X Pool & Cafe

Menindaklanjuti tulisan Sdri Arni Oktaviyanti Jl Kelud Raya 29 Semarang yang dimuat di Surat Pembaca 3 Desember 2007 tentang parkir yang menutupi jalan masuk rumah, kami selaku manajemen X Pool Cafe dengan ini mohon maaf. Dalam pertemuan dengan Sdri Arni pada hari itu juga, ada per-musyawarahan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik X Pool & Cafe akan menertibkan parkir.

Kami juga langsung menegur dan memperingatkan petugas parkir yang kebetulan dikelola pihak luar (bukan karyawan) untuk lebih menertiban parkir khususnya roda empat dan mohon maklum atas keterbatasan lahan parkir di area kami. Untuk masalah ke-bisingan sesuai cafe tutup, kami koordinasikan dengan pihak terkait.

Termasuk karyawan kami agar sesuai jam kerja dilarang kumpul atau bergerombol di area sekitar. Kami akan memantau agar kejadian tersebut tidak terulang. Manajemen berasaha operasional usaha ini jangan sampai mengganggu penduduk sekitar dan membuat warga menjadi tidak tenterem serta tidak nyaman. Atas saran dan kritik Sdri Ari, kami ucapkan terima kasih.

Herman Basjarah (024 8316260)

Jl Kelud Raya 17 - 19, Semarang

***

Doa Tak Konsisten

Menyaksikan kondisi terakhir Soeharto, sontak banyak masyarakat khusyuk berdoa. Ada yang minta kesembuhan, ada pula yang minta jalan lempang. Berapakah di antara mereka yang sungguh-sungguh tulus ber-doa?. Banyak di antara kita yang berdoa se-cara demonstratif, minta kesembuhan Soeharto agar bisa diadili.

Saya merasa doa itu sekadar bercanda dengan Allah. Di usia uzur Soeharto, di tengah surutnya fungsi organ tubuh, masa minta kesembuhan hanya untuk diadili. Doa itu sungguh melecehkan urusan Tuhan demi urusan politik. Sebagian yang lain mulutnya berucap agar Soeharto diberi kesembuhan, tetapi hatinya berseru agar Tuhan segera memanggil agar lunaslah penugasan yang diberikan oleh-Nya untuk menggenapi karmanya.

Ada sebagian lagi yang saat ini tengah mempersiapkan kemungkinan terburuk (atau terbaik?) kalau Soeharto dipanggil pulang. Doa mereka tidak mudah ditebak, kesembuhan atau sebaliknya. Tetapi raganya berdoa mempersiapkan peristiwa terbaik bagi kepulangan orang yang dicintainya.

Saya hanya ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sering tidak konsisten dalam berdoa. Ada yang berdoa secara ragawi, berdoa dengan pikiran atau berdoa dengan hatinya tetapi bertentangan dengan Tuhan. Dari sekian banyak doa itu, berapakah yang benar-benar berdoa fisiknya, ya pikirannya, ya hatinya? Andalah yang tahu.

R Budi Sarwono

Jl Melati 3 Banyubiru, Kab Semarang

Soal RS Dr Soewondo

Menanggapi surat Sdr Theresia Evi Yanuatri di Surat Pembaca 15 Januari 2008, kami informasikan sbb : Pihak Rumah Sakit RAA Soewomdo Pati sejak tahun 2007 sampai sekarang telah mengadakan kerja sama dengan pihak swasta (cleaning service) untuk mengelola kebersihannya. Termasuk pembersihan kamar mandi, WC, baik di ruang Paviliun maupun di ruang lain.

Jadi menurut kami keluhan yang Sdr kemukakan sangat tidak mungkin terjadi. Bila tidak keberatan kami undang Sdr ke rymah sakit untuk bersama melihat kondisi sesungguhnya. Namun demikian masukannya tetap kami perhatikan guna kemajuan rumah sakit ini

Dokter H Partomo Widodo MKes

Direktur RS Dr RAA.Soewondo Pati

***

Ketulusan Pak Polisi

Tanggal 8 Januari 2008 pukul 06.50 WIB di dekat perempatan lampu bangjo Krapyak Semarang dari arah barat, saya menyaksikan peristiwa yang tidak luar biasa, bahkan tergolong wajar tetapi menjadi catatan kecil yang menyentuh perasaan.

Ada vespa yang mengalami kerusakan sehingga rodanya harus dilepas dan dengan sigapnya seorang Bapak Polisi membantu pengendara vesta tersebut.

Bahkan dengan sekuat tenaga Pak Polisi mengangkat bodi vespa yang cukup berat. Terlihat keringat menetes deras dari tubuhnya, menandakan betapa berat dan seriusnya dia membantu pengendaranya.

Saya tidak bisa membantu mereka karena posisi saya sedang mengendarai mobil serta kondisi jalan cukup padat.

Tetapi saya bisa menyaksikan dengan jelas peistiwa itu karena lampu lalu lintas menyala merah. Pak Polisi mengenakan rompi warna hitam yang membalut seragamnya. Dengan tulisan di punggung "Kamtibmas Polres Semarang Barat" serta mengendarai motor dinas "9881 IX". Sedang vespa yang ditolong berwarna biru H 6038 HY.

Sekali lagi peristiwa itu bukan luar biasa tetapi tetap menjadi catatan positif bahwa kebaikan dan ketulusan masih selalu ada sehingga kita harus selalu berpikir positif.

S Handoko

Tugurejo A9 RT 5/RW I Tugu, Semarang

***

Layanan BRI Patimura

Pada tanggal 14 Januari saya ke BRI Pattimura Semarang untuk transfer dan mengurus pembayaran telepon melalui ATM. Pertama saya antre untuk mentransfer uang. Ketika sampai di kasir, tidak ada sambutan ramah layaknya bank lain dan pelayanannya lamban. Padahal jumlah uang yang saya transfer tidak banyak hingga saya kecewa karena menyita banyak waktu.

Setelah itu saya mengurus pembayaran telepon melalui ATM dan berpindah ke kasir lain. Saya heran ketika sampai di bagian telepon, kasir menyambut saya dengan ramah dan senyum serta menanyakan permasalahan ATM saya. Saya katakan bayar telepon malalui ATM tetapi struknya tidak keluar.

Setelah itu petugas tersebut izin meninggalkan tempat untuk melihat saldo dan tidak lama kembali dengan menjelaskan penuh kesabaran dan ramah. Dalam benak saya bertanya, mengapa dalam satu wilayah kerja yang berdekatan cara dan pelayanan berbeda dan mengapa tidak mencontoh hal yang baik.

Saya kagum kepada petugas yang cantik tapi juga melayani dengan ramah serta kecepatan dalam bertindak meski sebelumnya saya dilayani petugas yang "lama". Mohon mutu layanan ditingkatkan dengan memperhatikan kinerja personal.

Fauzi Adytya Putra

Bukit Cemara Sari III/CH-24

RT 5/RW 5 Meteseh, Semarang

***

Ingin di Pertanian

Saya sejak SMP berminat di bidang flora dan fauna/tanaman (holtikultura). Saya lulusan SMA jurusan IPS mencari pekerjaan di desa yang masih jarang penduduknya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan atau perikanan, jujur, ulet, mau bekerja keras. Saya siap bekerja di luar Jawa.

Arief Legowo

SDLB N Sukoharjo Margorejo, Pati

***

Parkir Berlangganan

Ide parkir berlangganan yang tidak populer lagi dari Wali kota Semarang, pernah dimasyarakatkan pada tahun 1998/1999 tapi tidak berhasil karena tidak didukung masyarakat. Akhir-akhir iniide tersebut digulirkan lagi karena sulit mencari orang yang bisa dipercaya untuk mengelola parkir. Saya minta semua pihak berpikir kembali bahwa:

Parkir berlangganan merugikan dan memaksa mencari dana tanpa balas jasa (bagi yang tidak pernah parkir). Masyarakat akan bayar dua kali bila parkir di lokasi yang telah dikelola perorangan misal di mal dan instansi lain. Risiko kebocoran, pemalsuan kartu parkir dan pemalsuan data serta tidak ada jaminan keamanan parkir.

Ini semua hanya sebagian kecii dari permasalahan bila parkir berlangganan. Saya berharap bila parkir yang sudah dikelola dengan profesional hasilnya akan lebih baik. Misal semua lokasi parkir dikuasai Pemkot (bukan preman) dan petugasnya diorganisasi (tidak semua orang bebas pakai rompi parkir). Juga petugas parkir di rolling setiap saat.

Masyarakat dibiasakan parkir tidak harus di tempat yang dituju, lokasi parkir dipetakan (tidak sembarang tempat) agar tidak mengganggu jalan umum dan mengambil badan jalan. Contoh sepanjang Jl MT Haryono, Jl Gajah Mada. Masyarakat yang parkir harus diberi tanda bukti sesuai kelasnya. Roda dua Rp 500, roda empat Rp 1000 dan bagi petugas yang tidak memberi bukti, akan dikenai sanksi.

Pengelola parkir perorangan tetap harus bagi hasil dengan Pemkot. Ini semua hanya sebagian kecil dari pengelolaan parkir yang lebih profesional. Saya berharap bila parkir berlangganan digulirkan maka akan berpikir dua kali untung-ruginya bagi seluruh lapisan masyarakat Semarang.

Agus Hidayat

Wonodri Baru (atas) 44 RT3/RW 2, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA