logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 MURIA
Line

Pupuk Bersubsidi Dikhawatirkan Kosong

REMBANG- Alokasi pupuk bersubsidi pada Januari hingga Februari di Rembang dikhawatirkan kosong. Hingga kemarin, Pemkab belum menerima jatah alokasi pupuk dari pemerintah provinsi. Kasubag Ketahanan Pangan Bagian Perekonomian Pemkab, Ir Edi Handoyo SE MSi, mengatakan, jatah alokasi pupuk biasanya diterima pada Maret.

"Dampaknya, distribusi pupuk subsidi pada Januari - Februari seringkali tidak terpantau, karena kami tidak punya patokan data alokasi. Kami khawatir terjadi kekosongan persediaan pupuk urea bersubsidi," katanya, kemarin.

Untuk mengatasi permasalahan itu, pihaknya telah mengirim surat kepada Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Jawa Tengah. "Dengan langkah itu, kami berharap ada kejelasan mengenai alokasi jatah pupuk urea bersubsidi, terutama untuk Januari dan Februari," kata Edi, yang juga anggota Komisi Pupuk Kabupaten ini.

Selain meminta kejelasan jatah pupuk subsidi, pihaknya juga mengusulkan, agar alokasi pupuk Januari dan Februari 2008 bisa disamakan dengan alokasi pada Januari - Februari 2007. Dia juga berharap, data jatah dan alokasi pupuk urea untuk Januari dan Februari, sudah diterima Pemkab pada Desember tahun sebelumnya. "Kalau terlambat seperti ini, kasihan petani. Januari dan Februari, mereka masuk musim tanam I," tegas Edi.

Tahun lalu, jatah pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Rembang 16.000 ton. Pupuk urea bersubsidi disuplai Petrokimia dan Pupuk Kalimantan Timur, melalui tujuh distributor pupuk. "Kami juga menyayangkan, Komisi Pupuk Kabupaten tidak pernah diberitahu mengenai jalur distribusinya, sehingga kami khawatir ada tumpang tindih distribusi," jelasnya.(H19-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA