| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Tiga Mesin Bubut Digital Lengkapi Laboratorium SMK SaraswatiSALATIGA- Tiga unit peralatan mesin pembuat suku cadang atau onderdil senilai Rp 500 juta bantuan Provinsi Jateng, melengkapi laboratorium milik SMK Saraswati Salatiga. Peralatan tersebut, merupakan bagian dari bantuan kepada SMK Swasta unggulan yang ada di Jateng. Peralatan yang diperkirakan masing-masing senilai Rp 160 juta tersebut, tiba pekan lalu di sekolah. Karena peralatan itu menggunakan sistem digital yang kinerjanya menggunakan komputer, maka ditempatkan pada laboratorium atau bengkel khusus yang berudara dingin (AC). Kepala SMK Saraswati Drs Sugiman didampingi Guru Teknik Qomari mengungkapkan, dengan adanya peralatan tersebut maka semua bentuk suku cadang mobil, motor, dan lainnya bisa dibuat. Termasuk suku cadang segala macam perkakas mesin. ''Dengan adanya peralatan seperti ini, lulusan SMK Saraswati tidak akan bingung lagi ketika memasuki dunia industri. Karena industri produksi mesin dan otomotif sekarang ini, telah menggunakan peralatan itu,'' jelas Sugiman, kemarin. Mesin tersebut terdiri dari computer numeric control (CNC) Miling, CNC Bubut, dan CNC Miling Universal. Mesin itu merupakan satu-satunya yang ada di SMK di Salatiga. Sejumlah sekolah di Jateng, belum semuanya memiliki peralatan seperti itu. Adapun bantuan dari Provinsi Jateng sebenarnya dalam bentuk uang sebesar Rp 500 juta. Bantuan itu diberikan kepada 21 SMK unggulan yang ada di Jateng, salah satunya SMK Saraswati. Dana itu diperuntukkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah, seperti pembangunan gedung, pengadaan komputer, laboratorium, bengkel, atau lainnya. ''Kami sengaja memilih membeli peralatan itu, karena fungsionalitasnya sangat tinggi. Dan sangat mendukung kegiatan praktik siswa di bidang mesin otomotif dan perkakas,'' paparnya. Sugiman menjelaskan, selama ini sekolah sudah memiliki peralatan manual, namun kebutuhan industri sekarang sudah menggunakan peralatan yang diprogram secara komputerisasi. Dengan peralatan CNS itu, pembuatan suku cadang lebih akurat karena tingkat kesalahan sangat kecil. (H2-16) |