| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Dibangun 112 Los dan 35 Kios Pasar BanyuputihSALATIGA- Pembangunan 112 los dan 35 kios Pasar Banyuputih di Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo dimulai Februari mendatang. Anggaran untuk pembangunan itu Rp 1.050.000.000 berasal dari dana Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp 750.000.00, sedangkan sisanya dari APBD Salatiga Rp 350 juta. Kadinas Pasar Drs Tri Priyo Nugroho mengatakan, untuk tahap awal dilakukan pembangunan fasilitas penunjang pasar dengan menggunakan dana pendampingan dari Pemkot sebesar Rp 350 juta. Fasilitas itu di antaranya kamar mandi, pagar, dan sarana lainnya. ''Pedagang akan direlokasi sementara ke Pasar Krenceng tidak jauh dari Pasar Banyuputih,'' kata Priyo. Sekretaris Komisi II (Ekonomi dan Keuangan) DPRD H Kustadi Danuri SH menerangkan, pembangunan los dan kios itu merupakan salah satu upaya membuat pusat perekonomian baru. Diharapkan dengan dibangunan los dan kios baru, lebih memberikan daya tarik kepada pedagang atau pembeli untuk meramaikan pasar. ''Ada sejumlah kemudahan yang ditawarkan untuk berusaha di pasar itu,'' kata Kustadi, Senin (21/1) pagi, setelah dengar pendapat dengan Dinas Pasar dan Dinas Koperasi. Di antaranya, pembeli kios dan los tidak akan ditarik uang muka dan baru membayar angsuran setelah enam bulan menempatinya. Adapun pedagang lama akan diprioritaskan menempati kios dan los yang ada. ''Ada kemungkinan mereka mendapatkan subsidi,'' jelas kader PAN itu. Sementara itu, terkiat dengan permasalahan kios lama yang masih ditempati pedagang lama, Kustadi berharap agar Dinas Pasar dapat menyelesaikannya. ''Pokoknya semua permasalahan berkaitan kepemilikan kios lama oleh para pedagang, harus dapat diselesaikan dinas terkait.'' Pasar Banyuputih merupakan salah satu pasar dari sejumlah pasar di Indonesia yang mendapat kucuran dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM. Awalnya proposal renovasi pasar dengan luas sekitar 4.000 m2 itu, diusulkan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar. Setelah disurvei dari Tim Kementerian Koperasi akhirnya disetujui kucuran dana renovasi sebesar Rp 750 juta. Keberadaan dan pengembangan pasar kerap disebut pasar hewan itu, merupakan upaya bersama menciptakan potensi ekonomi yang selama ini masih terpusat di tengah kota. Kios dan los yang dibangun diharapkan terjangkau oleh pedagang dan diprioritaskan pedagang lama. Adapun pengelolaan kredit kepemilikan kios dan los pasar akan dikelola oleh Koperasi Mitra yang sejak awal mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Jika proyek pembangunan sarana pasar telah selesai dan pedagang telah mengembalikan kredit kepemilikannya, dana itu akan digulirkan untuk pembangunan pasar lainnya. (H2-16) |