logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 SEMARANG
Line

Wali Kota Perintahkan SKPD Proaktif Selesaikan Masalah

SALATIGA- Wali Kota Salatiga John M Manoppo SH memerintahkan kepada segenap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk segera menyelesaikan semua permasalahan secara fungsional terkait beberapa agenda kegiatan di tempat mereka.

Ia juga meminta SKPD untuk proaktif dalam melaporkan setiap permasalahan yang ada dengan instansi terkait. Hal itu dikemukakan Kepala Inkom Kota Salatiga Drs Petrus Resi usai mengikuti rapat evalusi kegiatan SKPD tahun 2007 di Ruang Kerja Wali Kota yang dihadiri semua SKPD yang ada, Senin (21/1) pagi.

Dikatakannya, perintah tersebut juga ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar menyelesaikan dua proyek fisik di wilayah Kelurahan Mangunsari yang dinilai bermasalah. ''Semua SKPD di lingkungan Pemkot termasuk camat, hadir dalam evaluasi tersebut, meski pihak DPU hadir agak terlambat,'' kata Petrus.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung sejumlah persoalan yang mencuat di media baru-baru ini yang di antaranya dua proyek bermasalah di Kelurahan Mangunsari seperti Proyek pembangunan Kantor Kelurahan Mangunsari dan proyek air bersih di Dukuh Tegalsari. Selain itu, Wali Kota juga menanyakan permasalahan menyangkut program konversi minyak tanah ke elpiji yang tidak tepat sasaran.

''Wali Kota meminta kepada segenap SKPD untuk menyelesaikan semua persoalan tersebut supaya tidak meresahkan masyarakat termasuk dugaan adanya korupsi RSUD Salatiga,'' terangnya.

Proaktif

Hampir semua pejabat SKPD yang hadir dalam rapat evaluasi tersebut ditanyai soal permasalahan yang terjadi di wilayahnya masing-masing. Semua SKPD juga diminta untuk proaktif dalam menyikapi permasalahan yang ada terutama yang menyangkut pelayanan kepada manyarakat.

Sementara itu, Lurah Mangunsari Dra Siti Sulami mengatakan, selama tahun 2007, ada tujuh proyek DPU yang dilaksanakan di kelurahannya. Kelima proyek yang terdiri dari pembangunan jembatan dan saluran Cabean, pembuatan Bendung Andong, saluran air di RT 4 RW 14, pembangunan Makam Mbah Jangkung, dan pembangunan saluran dan pagar makam Togaten serta Pengilon bisa berjalan baik dan sudah ada serah terima. Namun dua proyek lainnya, pada Desember 2007 sudah berhenti dan tidak ada kejelasan.

''Pembangunan di Kantor Kelurahan Mangunsari belum ada kejelasan dari rekanan, apakah sudah 100 persen selesai atau belum. Sebab saat pembangunan itu berhenti, masih banyak material sisa bangunan dan kayu-kayu yang belum dibersihkan,'' ungkap Siti.

Selain itu, salah satu ruang yang selesai dibangun belum di cat dan tidak ada eternitnya. Bahkan instalasi listrik seperti meteran dan penempatan lampu penerangan belum dikerjakan. Disamping itu, pembangunan air bersih di Sumurwali Dukuh Tegalsari yang dilaksanakan rekanan juga tidak jelas. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA