| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Warga Diimbau Waspadai Spekulan TanahKENDAL Sejumlah spekulan disinyalir mulai ''bermain'' guna mencari tanah milik warga di daerah Kendal yang diperkirakan akan dilintasi pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Untuk mencapai tujuannya, spekulan berani membayar tanah warga di atas harga pasaran saat ini. Kondisi tersebut membuat bingung warga pemilik tanah. Di sisi lain, sejauh ini belum ada kepastian tentang tanah yang akan dijadikan lokasi jalan tol sejauh lebih kurang 75 kilometer itu. Selain realisasi pembangunan jalan tol terpaksa mundur dari jadwal, pematokan tanah yang direncanakan pada November 2007 lalu itu hingga kini belum direalisasi. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kendal, Drs Supardjan mengimbau agar warga tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga yang ditawarkan oknum spekulan tanah. Terlebih, Pemkab juga belum memutuskan tanah milik warga mana yang akan dimanfaatkan untuk jalur tol. ''Bahkan, rencana pematokan jalan tol yang sudah tergambar pada masterplan tak menutup kemungkinan sewaktu-waktu berubah. Masterplan pematokan tanah memang sudah ada, tapi hal itu sifatnya juga belum final. Karena sewaktu -waktu bisa berubah. Kami mengimbau, warga jangan mudah tergiur dahulu untuk melepaskan tanahnya kepada pihak yang belum jelas,'' papar Suparjan saat ditemui di kantornya, kemarin. Nantinya, imbuh dia, bagi warga yang tanahnya dipastikan akan digunakan untuk pembangunan jalan tol, akan dilakukan penggantian yang layak oleh pemerintah. Tujuh Kecamatan ''Apalagi, proses penilaian harga tanah akan dilakukan secara objektif dengan bekerja sama Badan Pertanahan Nasional (BPN).'' Dia menambahkan, sesuai dengan hasil rapat akhir antara pemkab dengan pemprov, proses pematokan dan pembebasan lahan baru akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. ''Sehingga pada akhir tahun 2008 nanti, proses pembangunan jalan tol yang menghubungkan wilayah pantura Kabupaten Batang ke Kota Semarang dapat segera terwujud.'' Seperti diberitakan, di daerah Kendal ada tujuh kecamatan yang dilewati jalur tol yakni, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Brangsong, Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Gemuh dan Weleri. Dari tujuh kecamatan tersebut, sedikitnya ada 24 desa sepanjang 40 kilometer yang akan dilintasi jalan tol di Kendal.'' Dari prediksi pada 2006 silam, pembangunan jalan tol Batang-Semarang diperkira kan akan menelan dana sebesar Rp 225 miliar dari APBN. Namun prediksi tersebut bisa berubah, seiring berjalannya waktu serta meningkatnya harga segala bahan baku yang ada. (G15-16) |