| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Pendangkalan Sungai Dikhawatirkan WargaGROBOGAN-Warga khawatirkan pendangkalan beberapa sungai yang melintas di Kecamatan Tegowanu. Apabila tidak segera ditangani, airnya akan meluap membanjiri kediaman warga. Kekhawatiran ini kemudian disampaikan warga ke Komisi C DPRD setempat melalui perwakilannya kemarin. Perwakilan warga yang mendatangi Dewan yakni Kepala Desa Tajemsari Setyo Budi, Sekdes Kebonagung M Supriyadi, dan Sekdes Sukorejo Joko Prayitno. Oleh pihak komisi yang dipimpin Ketuanya Budi Susilo mereka dipertemukan dengan pihak yang berwenang menangani masalah itu. Pihak yang diundang dalam pertemuan antara lain Balai Besar Jratunseluna, PSDA Jateng, dan Bagian Pembangunan Pemkab Grobogan. Dari pertemuan itu kemudian diketahui sungai yang berpotensi menimbulkan banjir yakni Jragung, Sungai Cabean, dan Sungai Kalibuangan (KB) 1, dan 15 yang melintas di Tegowanu. Kondisi sungai tersebut dilaporkan mengalami pendangkalan dan berpotensi menimbulkan banjir setiap saat. Tingkat sedimentasi yang tinggi menjadi salah satu penyebab kemungkinan meluapnya air sungai. Untuk itu, penanganan berupa normalisasi sungai menjadi jalan keluar mengatasi kekhawatiran terjadinya banjir. ''Warga sangat berharap sungai-sungai tersebut ditangani oleh pemerintah agar tidak menimbulkan banjir. Warga sangat khawatir terkait kemungkinan datangnya banjir bandang,'' ungkap Kades Tajemsari Setyobudi. Biaya Besar Kepala Balai Besar Jratunseluna Jateng, Ir Lukito, menyatakan, pihaknya akan memperhatikan keluhan warga. Salah satunya dengan melakukan normalisasi sungai. Kendati demikian upaya itu akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2008. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Diperkirakan untuk setiap satu sungai yang akan dinormalisasi membutuhkan biaya tidak kurang dari Rp 5 miliar. Ketua Komisi C, Budi Susilo didampingi Sekretaris Ali Farkhan mengatakan, sungai yang akan dinormalisasi tidak hanya melintasi di wilayah Grobogan, namun juga kabupaten yang lain. Untuk itu dia meminta normalisasi tidak hanya dilakukan di Grobogan. Menurutnya, butuh koordinasi lintas kabupaten, sehingga upaya normalisasi mencapai hasil maksimal. Adapun, wilayah yang perlu diajak bekerja sama, yakni Kabupaten Demak. (H41-16) |