| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Dua Penjambret Diamankan
DEMAK - Dua pelaku penjambretan yang berulangkali melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Demak, kemarin, ditangkap. Dari tangan mereka polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Sepeda motor Yamaha Vega H-3406-KW yang biasa dipergunakan pelaku. Kemudian kalung emas 25 gram, telepon genggam serta beberapa kartu kredit, ATM dan kartu belanja. Kedua pelaku, Syamsul Falak (21) warga Desa Kliteh dan Sukisno (25) warga Desa Pidodo Kecamatan Karangtengah. Sebenarnya ada lima pelaku yang sering beraksi dengan Syamsul, namun tiga lainnya masih buron. Penangkapan kedua pelaku bermula dari laporan kejadian yang beruntun hampir setiap minggu. Dalam melakukan aksinya, pelaku berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Sasarannya pengendara sepeda motor wanita. Biasanya mereka merebut tas, Hp dan berbagai perhiasan emas yang dipakai korban. Peristiwa penjambretan hampir terjadi satu minggu sekali. Polisi pun dituntut bekerja keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang sudah meresahkan tersebut. Hasilnya, mereka mendapatkan ciri-ciri pelaku beserta identitas kendaraan yang dipakainya. Tak berapa lama, kendaraan tersebut diketahui keberadaanya di daerah Wonosalam. Sementara pemiliknya sedang di luar kota. Tunggu Pelaku Sejak pukul 21.00 hingga 04.00, petugas menunggu kepulangan pelaku di perempatan Desa Jogoloyo. Sekitar pukul 04.05, pelaku yang membonceng temannya melintas di lokasi itu dan langsung diringkus petugas. Kepada polisi, ia mengaku sudah melakukan aksinya 17 kali . Antara lain di depan SMPN 5 Demak Jl Kiai Singkil sebanyak dua kali, kemudian di depan RM Agung, di Jl Kabupaten depan Kantor Pemkab, depan SPBU Bogorame, di Desa Kuripan Karangawen, depan TK Bhayangkari Mranggen, Jl Raya Jogoloyo, Jl Kampung Desa Dingorejo dan lainnya. Syamsul mengaku telah membagi uang hasil kejahatannya dengan teman lainnya. Kebanyakan uang dihabiskan untuk bersenang-senang di lokalisasi. Kapolres Demak AKBP Drs Eko Indra Heri melalui Kasat Reskrim AKP Subiyantoro SH mengatakan, sebelum melakukan aksinya mereka membuat rencana dan strategi di rumah Syamsul. Sasaran utamanya pengendara perempuan. ''Pengakuan mereka memang hanya 17 kali, tetapi masih memungkinkan bertambah. Karenanya, kalau ada warga yang pernah menjadi korban sebaiknya segera melaporkan.'' Dia mengimbau kepada masyarakat bila keluar rumah menggunakan sepeda motor tidak memakai perhiasan mencolok. (H1-16) |