| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
233 Ha Padi Diserang TikusDEMAK - Hama tikus menyerang 233 hektare tanaman padi di Kabupaten Demak. Keganasan binatang itu juga mengancam lahan pertanian seluas 1.911 hektare. Salah seorang petani Desa Tlogosih Kecamatan Kebonagung, Aryanto mengatakan, petani mengeluhkan banyaknya tikus yang merusak lahan pertanian. Tingginya populasi tikus membuat mereka nyaris putus asa. Kasubdin Ketahanan Pangan pada Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Demak, Ir Heru Budiyono MP menjelaskan, serangan tikus harus mendapat perhatian serius dari petani, utamanya untuk melakukan pemusnahan. Saat ini terdapat 223 hektare padi yang dirusak tikus, 194 di antaranya mengalami kerusakan ringan, 28 hektare rusak sedang dan satu hektare rusak berat. Lahan yang rusak berat tersebut berada di wilayah Kecamatan Dempet. Serangan tikus, lanjut dia, tidak boleh dianggap sepele. Karena populasi hewan tersebut cukup cepat dan relatif banyak. Dalam waktu satu bulan, satu pasang tikus dapat berkembang biak menjadi 10 ekor. ''Karenanya, upaya pembasmian harus dilakukan, jangan menganggap sepele keberadaan tikus di sawah,'' ujarnya. Sebagian besar usia padi di Demak telah memasuki 45-50 hari. Kondisi itu sangat potensial dirusak binatang tersebut. Hewan itu bukan hanya merusak batang tetapi juga memakan isi padi. 11 Kecamatan Menurut penuturannya, selain telah menyerang ratusan hektare padi, kini juga mengancam 1.911 lahan padi di 11 kecamatan. Yaitu di Kecamatan Dempet, Kebonagung, Wonosalam, Gajah, Demak, Karangtengah, Wedung, Guntur, Bonang, Karanganyar dan Mijen. Langkah pembasmian dapat dilakukan dengan cara menggropyok secara bersama-sama. Yaitu petani secara bersamaan memakai tali yang mengikat sejumlah kaleng kemudian bergerak bareng menuju satu arah. Suara kaleng akan menggiring tikus ke arah yang sama. ''Di lokasi yang ditentukan harus dipasang jaring yang dapat menahan tikus. Kalau sudah terjaring tinggal dibasmi,'' tutur Heru. Langkah itu dipandang cukup efektif karena banyak tikus berada di tengah sawah, tepatnya di bawah rimbunan padi. Mereka tidak lagi membuat lorong dalam tanah. Dapat juga dilakukan dengan memberikan pestisida atau rodentisida. Hingga kemarin, pemkab memberikan bantuan pestisida kepada para petani. Bantuan yang sifatnya stimulan itu untuk mendorong petani agar melakukan pemusnahan tikus secara massal. (H1-16) |