| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
''Pegel Linu Langsung Sembuh"ALIMAH (67), duduk di bangku ketiga dari depan. Seketika ia bangkit dari kursinya ketika namanya sudah dua kali disebut oleh petugas kesehatan. "Gerah napa Bu?" tanya petugas. "Boyok pegel linu kaliyan ngelu (boyok pegal linu dan pusing)," jawab Pasiyem. Setelah diperiksa tekanan darahnya, perempuan berkebaya coklat itu segera pindah ke meja sebelah untuk meminta resep obat. Raut wajahnya yang sudah keriput tambah menciut, ketika ia harus mengantre lagi untuk mendapat obat gratis di Balai Kelurahan Purwosari Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (19/1) pagi. Sudah beberapa bulan badan warga Purwosari Perbalan ini terus pegal linu dan pusing tanpa sebab. Padahal, ia menggantungkan hidupnya dari berjualan sayur di pasar. "Kalau begini terus, saya jadi tidak bisa makan karena tak bisa berjualan," katanya. Penghasilan setiap harinya pun tak tentu. Kadang Rp 20-25 ribu. Kalau dagangan sedang sepi, ia hanya mengantongi uang Rp 5-10 ribu. Tidak Periksa Alimah sudah tak punya keluarga lagi. Anaknya pergi merantau ke luar Jawa dan tak pernah pulang menengoknya. Ia hidup sebatang karang. Jika tak punya uang, ia sering minta ke tetangga. Ia pun mengaku pergi berobat hanya jika punya uang. "Sebelumnya saya pernah berobat, dan rasa sakitnya sudah lumayan berkurang. Tapi kalau kumat dan tidak punya uang, ya tidak periksa. Dengan adanya pengobatan gratis ini yang jelas saya sangat senang. Sudah gratis, pegel linu langsung sembuh," ujarnya Tentu saja ia sangat terbantu dengan pelayanan pengobatan gratis. Sehingga uang berobat bisa dipakai untuk keperluan lain. Sama dengan Alimah, 400 orang lainnya juga merasa sangat terbantu dengan pengobatan gratis dalam rangka bakti sosial yang digelar RS Telogorejo bekerja sama dengan BKM Purwosari. ''Sebulan sekali kami mengadakan bakti sosial. Lokasi yang dipilih adalah tempat komunitas masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan di bidang kesehatan,'' jelas staf Humas RS Telogorejo, Yasmin, di sela-sela acara. Pengobatan gratis yang digelar sejak pukul 08.00 sampai 10.00 itu, melibatkan tiga dokter, tiga perawat dan empat asisten apoteker. Sebagian besar yang datang adalah para lanjut usia dengan keluhan flu, hipertensi, katarak, gatal-gatal, serta pegal linu.(Fani Ayudea-41) |