| Selasa, 22 Januari 2008 | SEMARANG |
Lokomotif Anjlok di Perlintasan Jl HasanuddinSEMARANG - Sebuah Lokomotif CC 201128, anjlok di perlintasan Jalan Hasanudin, tepatnya di 100 meter arah barat Stasiun Poncol, Senin (21/1) pukul 10.30. Lokomotif tersebut anjlok ketika sedang proses langsir atau perpindahan jalur rel dari perlintasan III menuju perlintasan utama. Humas PT Kereta Api Daop IV, Warsono, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan terjadi karena adanya miskomunikasi antara petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA) atau petugas wesel dan juru langsir atau juru parkir. ''Juru langsir sudah memperbolehkan lokomatif jalan namun ternyata wesel (jalur rel- red) belum dipindah. Akibatnya, loko masuk ke dalam jalur badug atau buntu,'' kata Warsono. Ambles Akan tetapi, lanjut dia, karena penahan rel di jalur badug kondisinya ambles maka lokomotif tersebut anjlok. Kendati tidak menyebabkan korban luka, namun peristiwa tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga setempat. Untuk mengembalikan ke posisi normal, belasan petugas PT KAI mengangkat lokomotif itu dengan menggunakan dongkrak manual. Sekitar pukul 16:00, lokomotif dapat diangkat dan berada di jalur rel perlintasan. Peristiwa itu sendiri, menurut Warsono, tidak menyebakan adanya gangguan terhadap jadwal pemberangkatan kereta api. ''Kami belum bisa memastikan ini (kecelakaan- red) kesalahan siapa. Apakah juru langsir, petugas wesel, masinis, atau lainnya? Kami akan menyelidiki dan meminta keterangan pihak-pihak yang bersangkutan,'' tandas Warsono. Lokomotif itu sendiri dikemudikan oleh Sarmo dan pembantu masinis Budiyanto. Sedangkan petugas PPKA yang bertugas adalah Suherlan dengan Juru langsir Budi Rahmanto. Lebih lanjut Warsono mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menentukan jumlah kerugian akibat anjoknya lokomotif tersebut. Penyebab kecelakaan itu sendiri, menurut dia, tidak hanya karena miskomunikasi. Faktor eksternal seperti terhalangnya pandangan masinis atau pihak luar yang jahil bisa juga terjadi. "Oleh karena itu kami akan terus mengajak masyarakat sekitar rel untuk ikut membantu keselamatan kereta api," kata dia. (J8,H40-41) |