logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 SEMARANG
Line

Pencemaran Batubara Masih Berlangsung

  • Ninestars Tanam Bambu Pagar

SEMARANG- Warga Perumahan Sulanji Atas, Ngaliyan, masih merasakan dampak pencemaran yang berasal dari penampungan batubara milik CV Ninestars di Kawasan Industri Candi. Pencemaran itu berupa partikel debu dan asap yang disertai bau menusuk hidung. ''Hingga kemarin, kami masih merasakan dampak pencemaran. Baunya menyebabkan sejumlah warga sesak napas,'' kata Hartono, warga perumahan, Senin (21/1).

Warga, lanjut dia, masih menunggu perkembangan dalam tiga hari terakhir. Jika tidak ada perubahan berarti, mereka akan mengajukan surat protes secara resmi, baik kepada CV Ninestars maupun ke Pemkot. Kedua institusi itu, dinilai sebagai pihak paling bertanggungjawab. Sejauh ini, pihaknya masih berupaya mengecek keabsahan izin yang dimiliki CV Ninestars. Pasalnya, warga yang notabene tinggal di dekat kawasan industri merasa tidak pernah dimintai izin.

Tidak Layak

Selain itu, dilihat dari segi lokasi, perusahaan tersebut dinilai tidak layak beroperasi di kawasan Industri Candi. ''Dalam UU Gangguan, sebuah aktivitas produksi dinilai tidak layak apabila menimbulkan gangguan kesehatan yang besar terhadap warga di sekitarnya. Dengan menggunakan aturan hukum itu, aktivitas produksi CV Ninestars jelas tidak layak.''

Sementara itu, CV Ninestars berupaya melaksanakan rekomendasi Bapedalda. Dari dua rekomendasi, yaitu meninggikan pagar keliling dan memperbanyak tanaman penghijauan, ternyata baru rekomendasi kedua yang dilaksanakan.

Sony Kristian dari CV Ninestars menuturkan, sejak Jumat (18/1), pihaknya mulai menanam pohon penghijauan di luar pagar keliling. Ada sekitar 200 batang bambu pagar yang ditanam. Pohon-pohon itu diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran.

''Tanaman ini tingginya bisa mencapai lima meter lebih. Jadi, efektif untuk menahan partikel debu dan asap dari penampungan batubara. Selain itu, penyemprotan air terus kami lakukan,'' kata Sony. Namun demikian, peninggian pagar keliling masih dipertimbangkan. Perusahaan mencoba mencari alternatif pengganti, untuk menekan biaya pembuatan. Salah satu yang akan dicoba yakni pemasangan jaring kelambu.

Seperti pernah diberitakan, warga Perumahan Sulanji Atas, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, terganggu oleh partikel debu dan asap dari penampungan dan pengolahan batubara milik CV Ninestars di kawasan Industri Candi. Pencemaran udara itu mulai dirasakan sejak sekitar satu bulan lalu.

Asap atau partikel debu yang disertai bau itu, biasanya muncul sore hingga pagi hari. Wujudnya seperti kabut saat tersorot oleh lampu jalan, sedangkan baunya menyerupai belerang. Tak hanya mengganggu, dampak pencemaran itu bahkan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Karena sejumlah warga merasakan sesak napas. (H6-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA