logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 SEMARANG
Line

Lawang Sewu Perlu Dimultifungsikan

SEMARANG - Rencana konservasi salah satu cagar budaya di Kota Semarang, yakni Lawang Sewu menjadi sebuah hotel mendapat tanggapan dari pengamat arsitektur dan perkotaan dari Undip Dr Ir Eddy Prianto CES DEA.

Dikatakan, konservasi cagar budaya atau bangunan kuno di Semarang dahulu pernah dilakukan yakni yang sekarang menjadi Hotel Dibya Puri. Pihak-pihak yang berkompeten menjadikan Lawang Sewu sebagai hotel, sebaiknya perlu belajar dari konservasi bangunan kuno yang telah dilakukan sebelumnya. "Jangan sampai nasib Lawang Sewu nantinya seperti Hotel Dibya Puri yang kurang diminati masyarakat," katanya, Senin (21/1).

Menurutnya, supaya Lawang Sewu tidak bernasib seperti Hotel Dibya Puri perlu sentuhan arsitektur dan citra kota memultifungsikan suatu bangunan menjadi beberapa kegiatan di dalamnya seperti terdapat kantor, restoran, mini market, maupun tempat hiburan untuk keluarga. "Jadi Lawang Sewu tidak sebatas berubah menjadi sebuah hotel," tutur staf pengajar di FT Undip itu. Eddy menjelaskan, perubahan cagar budaya menjadi beberapa kegiatan di dalamnya mempunyai dampak adanya penambahan dan pengurangan dari sisi kontruksi bangunan. Namun, hal itu tidak bertentangan dengan konsep konservasi karena bertujuan menghidupkan kembali cagar budaya.

Selain itu dari segi pengelolaan bangunan kuno, juga perlu dibuat model percontohan berapa persen kontribusi pihak-pihak yang berkompeten dalam mengelola cagar budaya tersebut. "Artinya para pihak terkait mempunyai kewajiban dan hak untuk mengelola Lawang Sewu," katanya.

Dia menuturkan terdapat tiga aktor yang berperan memberi kontribusi terhadap kelangsungan perubahan budaya yakni pemilik, pemerintah, dan masyarakat. Permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari adalah bila Lawang Sewu hanya dikelola satu pihak. "Masyarakat tidak bisa masuk lokasi tanpa berstatus sebagai penghuni hotel. Untuk mengatasi hal ini, maka solusinya mungkin pengelolaan Lawang Sewu lebih baik dilakukan oleh pemilik, pemerintah, dan masyarakat," ujarnya.(H36-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA