logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Obama dan Hillary Bujuk Kulit Hitam

ATLANTA - Barack Obama, kemarin, menyerukan persatuan untuk mengatasi masalah negara dan menyatakan ''tak satu pun tangan kita bersih'' saat dia berusaha memulihkan perpecahan. Sementara itu, Hillary Clinton mengupayakan dukungan dari pemimpin gereja Harlem.

Obama naik mimbar di Gereja Baptis Ebenezer yang dibangun Martin Luther King Jr. Kampanye di gereja itu kebetulan bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Martin Luther, pahlawan hak sipil Amerika, 79 tahun lalu.

Dia mengulang pernyataan King bahwa ''Persatuan merupakan kebutuhan besar setiap saat.''

''Perpecahan, meniru-niru, kambing hitam, senang menjelek-jelekkan orang lain, semuanya mengalihkan kita dari tantangan utama yang kita hadapi: perang dan kemiskinan, ketidaksamarataan dan ketidakadilan,'' kata Obama. ''Kita tidak lagi bisa membangun diri dengan saling merobohkan. Kita juga tidak bisa berdagang dengan berbohong atau menimbulkan ketakutan maupun kebencian. Itu merupakan racun yang harus kita singkirkan dari politik kita.''

Di New York, di Gereja Baptis Abyssinian di Harlem, Hillary mengenang bagaimana dahulu dia berbondong-bondong dengan kelompok pemuda gereja untuk mendengarkan pidato Martin Luther.

''Hal itu merupakan pengalaman baru bagi saya,'' jelasnya. ''Pengalaman itu menjelaskan gerakan hak sipil adalah keadilan ekonomi.''

Sehari sebelumnya, Hillary mengalahkan Obama dalam kaukus di Nevada dan persaingan kedua calon presiden dari kubu Demokrat itu akan dilanjutkan di South Carolina, Sabtu mendatang.

Negara bagian itu merupakan yang pertama di mana sejumlah besar pemilih kulit hitam akan berpartisipasi. Obama harus menang agar bisa bertahan dalam perebutan nominasi presiden dari partai itu. Dia memenangi primary di Iowa, namun kalah di New Hampshire dan Nevada.

Paling Kritis

Obama mengandalkan pemilih kulit hitam meski telah kalah dua kali dalam persaingannya dengan Hillary. Dia kalah di Nevada meski memperoleh 83 persen dukungan dari kelompok kulit hitam, yang jumlahnya 15 persen dari total suara. Di South Carolina, kelompok itu diperkirakan jumlahnya separo dari pemilih.

Kampanye Obama difokuskan untuk menghilangkan kekhawatiran para pemilih kulit hitam bahwa dia tidak bakal mampu memenangi pemilihan di Amerika. Dukungannya dari komunitas kulit hitam melonjak setelah dia memenangi kaukus di Iowa.

''Saya tahu bahwa banyak dari Anda masih ragu,'' kata Obama pada jamuan makan malam di Las Vegas, Jumat lalu. ''Namun keraguan itu tidak sebesar sebelum kaukus Iowa." (ap-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA