logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Koalisi Thailand Bertikai soal Jatah di Kabinet

BANGKOK - Parlemen Thailand hasil pemilu menggelar sidang pertama Senin kemarin. Sementara itu, koalisi berkuasa yang terdiri atas enam partai masih bertikai soal pembagian kursi kabinet.

Parlemen menurut rencana akan memilih perdana menteri baru akhir pekan ini. Ketua Partai Kekuatan Rakyat (PPP) Samak Sundaravej diperkirakan bakal memimpin koalisi. Dengan perolehan 315 kursi dari 480 kursi di parlemen, koalisi memegang mayoritas kuat.

PPP akan memperoleh jatah dua pertiga dari 36 posisi di kabinet, termasuk di antaranya adalah jabatan menteri keuangan, perdagangan, dan pertahanan, yang merupakan posisi kunci.

''Tidak ada yang bisa menghentikan Samak menjadi perdana menteri. Jabatan itu adalah imbalan yang layak bagi dia karena telah memimpin PPP meraih kemenangan,'' kata pengamat politik Sukhum Nualskul.

Sekjen PPP Surapong Suebwonglee disebut-sebut sebagai calon kuat menteri keuangan karena kandidat-kandidat lain menolak jabatan itu. Surapong tidak membantah atau pun membenarkan kabar tersebut.

Menurut pengamat, dua mantan menteri keuangan meletakkan jabatan itu karena mereka tidak bisa leluasa mengelola perekonomian negara. Thailand berada dalam situasi depresi sejak krisis politik dua tahun lalu yang berujung pada kudeta Thaksin Shinawatra pada tahun 2006.

''Menteri keuangan yang baru mau tidak mau harus memulai dengan lompatan kebijakan belanja negara supaya setiap orang senang,'' kata Somjai Phagapasvivat, seorang pengamat. Para pengamat berpendapat pemerintahan baru ini tidak akan dapat bertahan lama. Samak pada Sabtu lalu berharap koalisi dapat tetap kokoh bersama menyelesaikan masa jabatan empat tahun.

Sementara itu, Thaksin mengatakan dia kemungkinan akan pulang dari pengasingan pada April tahun ini untuk menghadapi tuduhan korupsi. Banyak pihak khawatir, PPP akan berusaha mencampuri kasus peradilan atas Thaksin, istri dan para kroninya. Namun, partai itu menepis tudingan kekhawatiran itu.

Meski demikian, beberapa dakwaan terhadap Thaksin dan keluarganya sudah mulai berguguran. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA