logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Kondisi Gaza Makin Parah

  • Rumah Sakit Kehabisan Obat

GAZA - Situasi di Jalur Gaza semakin parah kemarin, tiga hari setelah Israel mengisolasi total wilayah yang dikuasai Hamas itu. Berbagai klinik kesehatan dan rumah sakit di Gaza mulai kehabisan obat.

Sebagian generator rumah sakit juga tidak dapat difungsikan karena mereka tidak memiliki lagi stok bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan BBM telah terjadi di wilayah berpenduduk 1,5 juta jiwa itu sejak Minggu lalu.

Dampak kelangkaan BBM tersebut, pembangkit listrik utama di Gaza tidak dapat beroperasi. Sebagian besar warga Gaza tidak bisa lagi menikmati penerangan listrik. Elevator di gedung-gedung pemerintah tidak berfungsi lagi.

''Kami tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sampai saat ini tidak ada solusi. Kalau tak ada listrik, maka air tidak akan mengalir ke lantai atas di bangunan-bangunan bertingkat,'' kata seorang warga.

Para nelayan Gaza juga tidak dapat melaut karena tidak ada bahan bakar untuk perahu motor mereka. Sebagian besar pom bensin dan toko-toko tutup karena kekurangan pasokan.

''Tidak ada bahan bakar. Itu artinya, kami tidak bekerja. Kami merasa, situasi ini lebih parah daripada sebelumnya,'' kata Abu Mahmoud, nelayan.

Tetap Digempur

''Israel telah menutup perbatasan dan melarang pasokan bahan bakar masuk ke Jalur Gaza. Karena itu, kami tak punya bahan bakar, dan stasiun pembangkit listrik tidak beroperasi,'' kata Maleiha, warga lainnya.

Michele Mercier, juru bicara Komite Palang Merah Internasional, menjelaskan bahwa stok obat di berbagai rumah sakit Gaza umumnya hanya tersisa untuk dua atau tiga hari lagi. ''Jika tidak ada suplai lagi, entah bagaimana nasib para pasien,'' ujarnya.

Khaled Radi, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, mengatakan sebagian besar fasilitas hanya digunakan untuk keperluan operasi medis darurat. Generator juga baru digunakan saat ada pasien yang membutuhkan operasi bedah.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, suplai listrik sebanyak 141 megawatt dari Israel dan Mesir ke Gaza tetap dilakukan. Menurut kementerian itu, suplai listrik tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar tiga per empat wilayah Gaza.

Situasi makin memprihatinkan karena Israel terus melakukan gempuran militer terhadap Gaza. Staf medis Palestina melaporkan, serangan udara Israel telah menewaskan warga sipil Gaza.

Juru bicara militer Israel memberikan konfirmasi bahwa mereka melancarkan serangan rudal di wilayah Jalur Gaza utara. Sasaran serangan itu adalah sekelompok militan yang menembakkan roket ke wilayah Israel selatan.

Dalam sepekan terakhir, Israel telah membunuh sedikitnya 36 orang Palestina di Gaza. Para pejabat mengatakan, hal itu merupakan bagian dari operasi militer untuk membendung serangan roket militan ke wilayah Israel.

Menurut Israel, militan Gaza telah menembakkan lebih dari 200 mortir dan roket ke Israel dalam lima hari ini.

Tindakan Israel memblokir Gaza sejak Jumat lalu juga telah menghentikan suplai bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional.

Padahal, kehidupan sebagian besar warga Gaza sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan tersebut. Namun pihak PBB memperkirakan, stok bantuan yang ada masih bisa mencukupi kebutuhan warga Gaza untuk dua bulan.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA