| Selasa, 22 Januari 2008 | EKONOMI |
Sekilas EkonomiRupiah Melemah ke 9.460JAKARTA-Pasar finansial global yang sedang labil membuat mata uang dunia berfluktuasi tajam. Rupiah pun mengawali pekan ini dengan kehilangan poin yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.30 WIB, Senin (21/1) rupiah melemah 17 poin ke posisi 9.460 per dolar AS. Ancaman inflasi global yang meningkat yang dipicu perlambatan ekonomi AS membuat investor lebih memilih memegang mata uang negara kuat. Telebih dari dalam negeri juga muncul ancaman tingginya inflasi di bulan Januari karena naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, terigu. Sementara mata uang Asia lainnya juga mayoritas melemah terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong turun 0,06%, rupee India turun 0,89%, won Korea melemah 0,63%, peso Filipina turun 1,65%, dolar Singapura turun 0,43% dan bath Thailand melemah 7,53%. (dtc-59) Pertamina Impor 400 Ribu Ton Elpiji JAKARTA-PT Pertamina (persero) berencana mengimpor 400 ribu ton elpiji pada tahun 2008 untuk kebutuhan program konversi minyak tanah ke elpiji. Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal impor sebanyak itu baru dilakukan jika program konversi tahun ini berjalan sesuai rencana. "Kalau program ini berjalan 12,5 juta tabung, kita hanya akan impor kekurangan 400 ribu ton, tapi pasokan (tabung) ini kan masih tersendat. Jadi kita belum tahu," katanya di Jakarta, kemarin. Rencana impor elpiji ini dimaksudkan untuk menutupi kekurangan pasokan elpiji program konversi minyak tanah ke elpiji. Tahun ini rencananya program konversi menggelontorkan 1,1 juta matrik ton elpiji. Dari jumlah itu, hanya 700 ribu matrik ton elpiji yang bisa dipasok dari dalam negeri.(bn-59) |