| Senin, 21 Januari 2008 | SALA |
Pemkot Diminta Pikirkan Nasib THRSRIWEDARI -- Komunitas Koes Plus Fans Club Surakarta (KPFS) meminta kepada Pemkot Surakarta untuk memikirkan nasib Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari, yang sudah menjadi ikon Kota Solo. Sebab, di taman hiburan itu sudah dikenal luas acara Koes Plus Mania, dangdutan malam Minggu, suguhan campursari Minggu Senin, dan beberapa suguhan musik rutin seminggu sekali yang sudah eksis belasan tahun.. ''Sejumlah akses seperti KPFS yang anggotanya lintas komponen, kami harapkan bisa menyampaikan aspirasi ini,'' ujar Kuncoro dan beberapa anggota dan pengurus KPFS, kemarin. Permintaan tersebut berkait dengan rencana Pemkot meratakan semua bangunan di Taman Sriwedari, yang sudah habis masa kontrak sewanya, tak terkecuali THR. Pembongkaran itu terkait dengan sengketa antara ahli waris KRMH Wirjodiningrat dengan Pemkot Surakarta mengenai status kepemilikan Taman Sriwedari atau eks Kebon Raja itu. Para pemerhati musik Koes Plus dan komunitas-komunitas lain yang eksis di THR itu khawatir, jika THR ikut diratakan, salah satu ikon kota ini akan lenyap ditelan perubahan. ''Jika THR dengan semua sajian dan komunitasnya dihilangkan, Pemkot bisa memberi ruang di tempat lain untuk pindah dan berkembang. Tetapi sedapat mungkin, tetap dipertahankan di Sriwedari walau sudah berpindah tangan,'' ujar Tony dari Nusantara Band dan Si Beck dari Khatulistiwa Band. Sabtu dan Minggu kemarin berlangsung parade band pelestari Koes Plus, yang diikuti 40 dari 42 grup yang mendaftar. Selama sehari hingga magrib Sabtu lalu, dipentaskan 18 grup sedangkan Minggu kemarin hingga pukul 17.00 sudah tampil 19 grup. Meski tidak ada penilaian dan hanya ada sertifikat sebagai penghargaannya, hampir semua grup tampil bersemangat menyanyikan lima lagu wajib dan pilihan, dan beraksi di panggung dengan durasi kurang lebih 20 menit. (Won-63) |