logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 RAGAM
Line

Pakis Monyet, si Bulu Emas dari Hutan Tropis

SETELAH booming anthurium menurun, tanaman pakis kini mulai dilirik penggemar tanaman hias. Salah satu yang menjadi incaran adalah pakis monyet. Keindahannya terletak pada batangnya yang berbulu pirang, seperti emas, dengan bentuk mirip monyet.

Pergeseran tren ini cukup menarik bagi industri tanaman hias, mulai dari penggemar, kolektor, dan penjual.

Padahal pakis monyet dulu hanya tanaman yang tumbuh di hutan tropis yang teduh. Namun karena kelucuan batangnya yang berbulu indah, ia beralih jadi hiasan indah di rumah.

Apalagi pakis monyet termasuk jenis pakis yang langka. Dalam kondisi sehat, bulu-bulu pada batang ini terlihat segar, tebal dan berwarna cerah. Di alam bebas, tinggi tanaman bisa mencapai dua meter.

Bagian tangkai daunnya dapat dibentuk pada saat tanaman masih muda. Caranya dengan mengikat tangkai sebelum dedaunan tumbuh. Lakukan sedikit demi sedikit, dengan membentuk sesuai dengan keinginan kita, seperti membentuk bonsai.

Pembentukan tunas daun dilakukan agar tangkai daun tidak terlalu panjang menjulur, sehingga kian menambah kecantikannya. Ada juga penggemar yang memotong tangkai daun saat daun-daun mulai tumbuh. Konon, keindahan pakis monyet adalah saat tunas baru tumbuh. Saat inilah bentuknya mirip monyet, dengan ekor melingkar.

Panjang tangkai daun bisa mencapai 150 cm, dengan tulang daun yang keras. Batang daunnya yang masih muda melingkar seperti ekor monyet, sehingga terlihat seperti punggung monyet yang sedang menungging. Bulu pada batang ini sudah tumbuh saat pakis masih kecil.

Dengan keindahan dan keunikannya inilah, harga jual pakis monyet kini terus merangkak naik.

Harga pakis yang sudah jadi dan pernah ikut pameran bisa mencapai Rp 1 juta. Ini membuka peluang bagi siapapun untuk menangkarnya.

Empat Unsur

Menanam pakis monyet cukup mudah, asalkan memperhatikan empat unsur utama: sinar matahari, suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara. Media tanam sebaiknya berupa campuran tanah, kompos, dan serpihan pakis. Media ini dapat dibeli di berbagai nursery (penjual tanaman hias).

Pakis monyet tidak memerlukan banyak sinar matahari secara langsung, karena bisa menyebabkan daun-daun menjadi kuning dan kering. Namun tetap harus ada sinar yang masuk menyinari. Kalau ditempatkan di taman, tanaman ini harus diberi pelindung (naungan).

Hal ini sesuai habitatnya di hutan dataran tinggi yang jarang terkena sinar matahari langsung, karena terlindungi pepohonan besar. Disarankan meletakkan pakis monyet di teras maupun taman di dalam rumah.

Usahakan suhu lingkungan sekitar 14-28 derajat Celcius. Pada suhu ini, klorofil mampu berkembang maksimal. Makin banyak klorofil dalam daun, warna yang ditimbulkannya makin tajam dan mengkilat.

Sedangkan kelembaban se-kitar 80-90%. Kelembaban yang berlebihan membuat tanaman gampang terkena penyakit (misal cendawan). Kalau terlalu kering, daun-daun menjadi kering dan keriput.

Yang tak kalah penting ada-lah sirkulasi udara. Tanaman yang ditempatkan di luar ruangan, mungkin tidak terlalu bermasalah. Jika diletakkan di dalam, pastikan sirkulasi udaranya lancar.

Penyiraman dilakukan minimal sekali sehari, agar bulu-bulunya tidak kuyu. Penyiraman dilakukan di tanah sekeliling saja.

Jika telah berdaun, bagian daun bisa disemprot air menggunakan sprayer. Tapi jangan sampai mengenai bulunya. (Dwi NR-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA