| Senin, 21 Januari 2008 | PANTURA |
Buron Empat Bulan Akhirnya DitangkapBATANG-Taryono (46), penduduk Sipare, Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Batang yang menjadi buron Polres Batang akhirnya berhasil ditangkap. Dia yang sebenarnya menjadi informan polisi itu selama ini bersembunyi di Solok, Sumbar. Tersangka merupakan anak Warsani, korban pengeroyokan massa di Dusun Grenyah, Desa Toso. Bapaknya tewas bersama adik tirinya, Trimo. Namun, tersangka Taryono melarikan diri, terkait memprovokatori perusakan jaringan pipa air minum di desa. Hal itu setelah tersangka Isro dan Agus ditangkap polisi. Penangkapan Taryono dilakukan, Jumat (18/1) sekitar pukul 18.00 di Kota Pekalongan. Saat itu dia yang membonceng motor diikuti gerak-geriknya dari Wiradesa oleh Tim Buser yang dipimpin Kanit Iptu Hartono SH. Saat motor masuk SPBU untuk mengisi bahan bakar, Taryono turun. Saat itu langsung disergap Bripka Tato dan Briptu Suryono dan dibawa ke Mapolres untuk diperiksa. Khilaf Di hadapan Kasatreskrim AKP H Mat Ridho dia mengakui perbuatannya mengizinkan Isro merusak pipa. "Alasannya, karena dulu saya yang membangun atas bantuan dari pemerintah. Saya khilaf, karena pada waktu itu saya maju dalam pilkades ternyata difitnah sehingga banyak yang semula mendukung tapi dalam pencoblosan tidak memilih saya," ucap Taryono yang selama ini dikenal sebagai informan polisi. Banyak penjahat yang tertangkap, berkat informasi yang diberikan kepada polisi. "Yang di dalam tahanan pasti dendam sama saya, karena itu saya mohon agar ditahan di sel Polres Batang saja." Sedangkan mengenai kematian bapak dan adik tirinya, dia menegaskan kedua orang itu tidak bersalah. Yang bersalah sebenarnya Tikno, juga adik tirinya yang sering berulah pada warga. "Bapak dan Trimo tidak salah apa-apa, namun saya mengakui yang sering bikin resah warga itu adik tiri saya, Tikno. Termasuk yang merusak rumah warga, dia ditemani tim sukses pada waktu saya ikut pilkades," paparnya.(ar-17) |