| Senin, 21 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Menengok Beijing, Tuan Rumah Olimpiade 2008Bidik Turis, Manfaatkan Industri OlahragaSOROTAN dunia tengah tertuju ke Beijing, kota yang akan menyelenggarakan Olimpiade musim panas, Agustus tahun ini. Persiapan ibu kota Republik Rakyat China menyongsong event akbar multicabang internasional itu terus dipantau. Beijing merupakan kota ketiga di Asia yang menjadi tuan rumah Olimpiade setelah Tokyo (1964) dan Seoul (1988). Pemerintah dan warga Beijing terus berbenah untuk memberi yang terbaik bagi duta-duta olahraga internasional sekaligus membuktikan kota mereka patut disejajarkan dengan metropolitan lain di dunia. Pembangunan venue pertandingan terus dikebut. Ada dua tempat yang dikagumi karena keunikan arsitekturnya, yakni National Stadium dan National Aquatic Centre (NAC). National Stadium kerap disebut stadion sarang burung karena konstruksi luarnya sengaja dibuat mirip sarang burung. NAC dikenali karena karakteristik bentuk yang menyerupai molekul-molekul air (H2O). Kedua bangunan itu berdiri megah di bagian utara Beijing. Tahap penyelesaian akhir sedang dikerjakan, terutama interior. Dalam waktu dekat, kedua arena itu sudah siap menyelenggarakan serangkaian pertandingan uji coba. Di sudut-sudut jalan juga terpasang baliho raksasa yang menampilkan maskot Olimpiade. Maskot Olimpiade Beijing 2008 terdiri atas lima karakter. Kelima karakter itu bernama Beibei, Jingjing, Huanhuan, Yingying, dan Nini. Maskot menjadi penting terkait kesiapan Beijing. Jika digabung, kelima nama itu berbunyi Beijing hua-nying ni, sebuah kalimat dalam Bahasa Mandarin yang berarti "Beijing Menyambut Kedatangan Anda". Tuan rumah jelas tak begitu saja melewatkan kesempatan menggelar event tersebut. Dari sisi prestasi olahraga, China tak perlu diragukan. Di sisi lain, ambisi menjadi negara raksasa nomor satu membuat mereka tak meninggalkan kesempatan sebagai penyelenggara guna menggali dan memunculkan segala potensi ekonomi. Terus Didorong Hal yang paling berkaitan dengan kegiatan olahraga itu adalah sektor pariwisata yang terus didorong sekuat tenaga guna memperkenalkan budaya dan keindahan panorama Negeri Tirai Bambu ini. Harapannya, bukan hanya meraup kunjungan turis mancanegara sebanyak mungkin di saat Olimpiade, melainkan juga di masa-masa mendatang. Tempat-tempat wisata mempercantik diri dengan melakukan renovasi dan penataan ulang. Mereka terus berbenah agar tamu-tamu Olimpiade tak hanya melihat kemajuan Beijing, tapi juga memahami kebudayaan China yang tak ternilai harganya. Beijing sudah lama dikenal sebagai salah satu kota yang mempunyai banyak bangunan kuno dan tempat bersejarah. Beberapa di antaranya adalah Kota Terlarang, Tembok Besar, Kuil Langit, dan Istana Musim Panas. Taman-taman kota yang mahsyur dengan pemandangan indahnya juga ditata ulang agar tampak sempurna di musim panas nanti. Pusat-pusat perbelanjaan baru bermunculan, sedangkan yang lama mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ratusan outlet resmi yang menjual berbagai jenis cenderamata khas Olimpiade telah dibuka sejak beberapa tahun lalu di seluruh penjuru kota. Mutu produk dijaga ketat agar turis yang berbelanja puas. Pemerintah China mengembangkan pariwisata dan perdagangan supaya olahraga dapat menjadi industri yang menghasilkan banyak uang. (78) (Nino Susanto BEng, tinggal dan belajar bahasa China di Capital Normal University, Beijing) |