logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Banding Persija dan Persik Ditolak

SOLO-Striker Persik Christian Gonzales dan kiper Persija Evgheny Khmaruk tak boleh main pada pertandingan yang akan dimainkan timnya besok. Di Stadion Manahan Solo, anak-anak Kediri bakal bertemu Deltras Sidoardjo, sedangkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, ''Macan Kemayoran'' ber-hadapan dengan Persipura.

Dua pemain itu dihukum Komdis setelah terlibat keributan dalam pertandingan Grup B babak 8 besar, Kamis lalu. Namun, mereka bisa tampil pada pertandingan kedua timnya.

''Kami memang melarang mereka, tetapi kemudian keputusan itu dianulir. Saya tidak tahu-menahu,'' kata Wakil Ketua Komdis Kolonel Bernhard Limbong saat dihubungi, kemarin.

Yang pasti, lanjutnya, dua pemain asing tersebut tidak boleh bermain pada laga terakhir Grup B. ''Kalau masih bermain, tolong saya diberitahu. Saya akan suruh polisi memaksa mereka keluar,'' lanjutnya.

Salah satu anggota Komisi Banding (Komding) Azhar Suryobroto mengatakan, pihaknya menolak permohonan banding Persija maupun Persik. Dalam Kode Disiplin PSSI Pasal 51 huruf c, diatur pemain yang dihukum dua kali pertandingan atau kurang tidak boleh banding.

Tampilnya Khmaruk dan Gonzalez di Stadion Manahan, Sabtu lalu, memang membingungkan insan sepak bola Tanah Air. Pasalnya, Khmaruk mendapat hukuman dari Komisi Disiplin berupa larangan satu kali main, sedangkan Gonzalez dua kali main.

Ironisnya, mereka tetap bisa main. Kabarnya, keputusan susulan itu lahir melalui adanya intervensi. Senjata yang digunakan berupa ''pasal baru'', bahwa pemain yang dihukum masih bisa diturukan sepanjang 1X24 jam sambil menunggu upaya banding si terhukum.

Keadaan itu sangat ironis, karena selama ini keputusan Komdis langsung berlaku saat palu diketok.

''Seharusnya begitu. Namun ternyata ada kebijakan yang lebih tinggi sehingga keputusan harus diubah. Coba tanya saja langsung ke Ketua Komdis Hinca Panjaitan karena beliau yang menandatangani surat keputusan itu. Boleh juga langsung ke Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tentang masalah ini bila Anda menilai ada intervensi dalam pembuatan keputusan itu,'' ujar Azhar.

Penjelasan

Saat dihubungi, telepon seluler Nurdin dan Hinca tidak aktif. Limbong mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, terkait diperbolehkannya tampil dua pemain itu.

Buntut dari dipasangnya Khmaruk terus bergulir. Kubu Deltras masih tidakbisa menerima. Mereka telah mela-yangkan surat protes ke PSSI.

Dia mencurigai ada konspirasi yang tujuannya menguntungkan tim tertentu. Ia meminta Nurdin memberi penjelasan agar masyarakat sepak bola Indonesia tidak bingung. ''Saya kira ini sangat penting demi kepentingan sepak bola nasional secara keseluruhan. Jangan sepak bola hanya ditunggangi sekelompok pengacau yang hanya berjuang untuk kepentingannya sendiri,'' papar mantan kapten timnas itu.(wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA