logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Kebersamaan Jadi Kekuatan Arema

MALANG-Pelatih Arema Joko Susilo berupaya semaksimal mungkin agar waktu yang tersisa sekitar 20 menit bisa dimanfaatkan anak-anak asuhannya dalam pertandingan melawan Persiwa yang direncanakan dimainkan sore ini di Stadion Gelora Deltra Sidoarjo. Timnya saat ini tertinggal 1-2 dari Persiwa.

"Kami tetap bertekad membalas kekalahan, meski hal-hal negatif seakan silih berganti menerpa. Kami juga tetap berkonsentrasi menyambut tiga pertandingan babak delapan besar di Sidoarjo," katanya kemarin.

"Hanya kebersamaanlah yang memberi kekuatan bagi kami semua menghadapi semua lawan. Terlebih lagi mental pemain juga dalam kondisi prima," tambah pria yang biasa disapa Gethuk itu.

Joko enggan menjelaskan strategi yang bakal dimainkan. Namun, ia mengaku sudah mempelajari permainan Persiwa selama 70 menit. "Mudah-mudahan kami sukses" tambahnya.

Sekalipun Joko telah merancang strategi, manajemen tim masih punya rencana untuk mundur.

"Komisi Disiplin PSSI tidak adil dalam menjatuhkan hukuman," kata Manajer Satrija Budi Wibawa. Menurutnya, tidak ada gunanya ikut kompetisi kalau sanksi terhadap Arema dan Aremania tetap dijatuhkan.

Solidaritas

Ia menganggap Komdis sewenang-wenang dan merusak iklim yang sudah tidak jelas dengan mengedepankan ketidakadilan. "Kami mundur sebagai solidaritas terhadap Aremania yang selama ini telah berjuang bersama-sama," ujarnya.

Langkah itu ditempuh setelah menerima salinan tiga keputusan Komisi Disiplin, masing-masing menyangkut larangan tiga tahun untuk Aremania masuk stadon di seluruh Indonesia, larangan dua kali pertandingan ditambah denda bagi kapten Alexander Pulalo, serta sanksi denda untuk klub.

Pada hari yang sama dengan diterimanya salinan skors, manajemen juga langsung mengirimkan memori banding. Jika banding tersebut sudah dibahas dan tetap ada sanksi, ketika itu pula Arema memutuskan mundur.

Dari sumber lain diperoleh informasi, untuk menangani kasus Arema dan Aremania yang diputus tidak boleh masuk ke seluruh stadion di Indonesia selama tiga tahun bakal dibantu oleh Togar Manahan Nero, mantan ketua Komdis. Dalam era Togar, Komdis meng-hukum Bonek tidak boleh masuk ke seluruh stadion dalam jangka waktu tiga tahun.

Ternyata Bonek dengan pengacara Hinca, hanya dihukum untuk beberapa kali pertandingan saja. Sekarang Hinca menggantikan posisi Togar sebagai ketua Komdis.

Kesediaan Togar ikut menangani kasus Arema dan Aremania itu dikabakan karena hubungan dekatnya dengan Wali Kota Batu Edy Rumpoko. Beberapa pengacara asal Malang, salah satunya Wahab Adinegoro, juga sudah menyatakan kesediaannya ikut menangani perkara tersebut. (jo-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA