logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Panpel Nombok Rp 50 Juta Lebih

SOLO -Tak hanya carut-marut di lapangan, penyelenggaraan babak 8 besar Liga Djarum Indonesia 2007 ternyata juga tak sukses dalam urusan pembiayaan. Jika di Grup A, perlu dana besar memperbaiki Stadion Brawijaya Kediri yang rusak diamuk suporter Arema, panpel Grup B (Solo) pun harus tombok karena pengeluaran penyelenggaraan event itu lebih besar dari pendapatan yang diterimanya.

''Saya belum menghitung rinci, tapi kira-kira harus nombok Rp 50 juta lebih. Nilai itu belum termasuk tambahan pengeluaran akibat ada pengunduran pertandingan sehari,'' kata Ketua Panpel Solo Paulus Haryoto, semalam.

Khusus pembengkakan karena pengunduran jadwal, pihaknya akan meminta kebijakan BLI. Sebab, harus ada tambahan pengeluaran bagi akomodasi 23 orang wasit dan perangkat pertandingan yang menginap di Hotel Sahid Kusuma, penggunaan bus angkutan pemain dan kendaraan untuk operasional.

''Kami juga berharap, kompensasi atas penyiaran langsung di televisi atas semua partai yang digelar segera turun,'' ucapnya.

Panpel berupaya menarik minat penonton pada partai terakhir, yang hanya sekali laga antara Persik Kediri melawan Deltras Sidoarjo mulai pukul 15.30 WIB besok. Terlebih muncul kabar kelompok suporter Persikmania dan Deltamania tak datang ke Manahan.

Bandrol tiket masuk pun diturunkan. Tiket rata-rata tribun terbuka yang semula Rp 40 ribu/lembar, bakal dipangkas separo menjadi Rp 20 ribu/lembar. Lalu tiket VIP Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu diturunkan jadi Rp 20 ribu dan Rp 30 ribu. (D11-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA