| Senin, 21 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Bhinneka Raih Kemenangan KeduaJAKARTA- Klub kebanggaan publik Solo, Bhinneka, memetik kemenangan kedua setelah mengalahkan CLS Knights Surabaya 83-59 dalam lanjutan kompetisi A Mild IBL putaran pertama yang berlangsung di Hall Basket Senayan, Jakarta, Minggu (20/1). Dua hari sebelumnya, mereka menang atas Bima Sakti Malang. I Made "Lolik" Sudiadnyana diinstruksikan pelatih Ateng Sugijanto memberi tekanan kepada CLS sejak menit awal. Karena itu, permainan anak-anak Surabaya tersebut gagal berkembang. ''Cara ini dimaksudkan supaya pada saat skor sudah unggul jauh, Bhinneka dapat memainkan para pemain muda. Mereka perlu mendapat waktu bermain lebih banyak sehingga mendapat jam terbang lebih lama,'' kata Ateng. Dia mengakui, hanya Bhinneka yang masih tetap mengandalkan pemain senior di antara tim-tim lain. ''Pertimbangan kami menurunkan pemain muda ketika sudah memimpin, karena kami belum dapat melakukan regenerasi. Sedangkan tim lain mulai mendatangkan pemain baru yang rata-rata muda,'' ungkapnya. Lolik kembali menjadi motor Bhinneka dengan meraih 24 poin, sembilan rebound, dan tiga assist. Lolik dkk memang bermain ngotot sedari awal meski peringkat tim yang dihadapi berada di bawah mereka. CLS yang bermain impresif saat melawan Aspac pada laga sebelumnya, kemarin tampil buruk. Mereka tertinggal jauh sejak kuarter pertama. Kebijakan Ateng mengistirahatkan Lolik, Dhanny Harahap, Pek King Dhay, dan Anang Sulistyawan pada kuarter keempat sempat dimanfaatkan. Namun, Bhinneka mampu mempertahankan keunggulan hingga permainan berakhir. Listrik Padam Pada game pertama, listrik yang padam mengantarkan kekalahan Indonesia Muda (IM) Makassar 57-74 dari Kalila. Kekalahan itu merupakan yang kedua setelah Daniel Poetiray dkk takluk 44-101 dari Garuda Bandung di laga terdahulu. Asisten pelatih IM Tri Adnyana Adiloka mengatakan, terputusnya aliran listrik selama 15 menit saat pertandingan berlangsung mempengaruhi permainan timnya. ''Kejadian itu membuat momentum pemain kami hilang dan gagal mengembalikan irama permainan hingga pertandingan usai,'' keluhnya. Di kubu Kalila, asisten pelatih Eddy Suganda menyebut kemenangan Rusta Wijaya dkk tak lepas dari permainan IM yang tampil di bawah standar. IM tercatat 29 kali melakukan kesalahan sendiri (turnover), 25 di antaranya dikonversi menjadi poin oleh Kalila. (J22-78) |