logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Jones Incar Calzaghe

NEW YORK- Setelah menang angka mutlak atas Felix Trinidad dalam pertarungan nongelar kelas berat ringan, Minggu (20/1) siang WIB, Roy Jones Junior membidik petinju Wales, Joe Calzaghe. Dia berharap keinginannya bertemu Calzaghe yang tak terkalahkan itu bisa terwujud tahun ini.

Jones menjatuhkan Felix Trinidad dua kali pada laga 12 ronde di Madison Square Garden, New York. Dia menjungkalkan Trinidad di ronde ketujuh dan 10. Dua hakim memberikan nilai 116-110 untuk keunggulannya, sedangkan hakim ketiga 117-109.

Hasil itu memperbaiki catatan rekor Jones (39) menjadi 52 kemenangan dengan 38 di antaranya KO serta 4 kali kalah. Sebaliknya, rekor Trinidad menjadi 42 (35 KO)-3.

Dua petinju legendaris itu berusaha menunjukkan mereka masih tetap berada di deretan para petinju terkemuka sekarang ini. Keduanya berharap untuk menunjukkan mereka masih patut diperhitungkan setelah lama tidak aktif dan meraih hasil buruk di masa lalu.

Trinidad yang naik ring untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir tetap tajam pada ronde-ronde awal. Tapi Jones menjatuhkannya ke kanvas melalui pukulan kanan ke kepala pada ronde ketujuh. Tekanan Jones membuat Trinidad jatuh lagi pada akhir ronde ke-10.

Kemenangan itu merupakan kado ulang tahun bagi Jones yang lahir 16 Januari. Dia memenangi delapan kali gelar dunia dalam empat kelas, termasuk kemenangan pada 2003 atas John Ruiz untuk mahkota kelas berat WBA. Jones adalah petinju pertama kelas menengah sejak Bob Fitzsimmons pada 1897 yang memiliki sabuk juara kelas berat.

Bagi Trinidad, pertarungan itu yang pertama dalam 32 bulan terakhir. Setelah beberapa kali mundur, dia hanya bertarung empat kali selama 6,5 tahun. Bobotnya di laga tersebut lebih berat 90 gram dari aturan maksimal, yakni 79,4.

Pertahankan Gelar

Sementara itu, juara dunia kelas berat WBA asal Uzbekistan, Ruslan Chagaev, mempertahankan gelarnya di Duesseldorf, Jerman, Minggu pagi WIB. Chagaev menang angka mutlak atas petinju Inggris Matt Skelton dalam duel pertamanya sebagai juara dunia.

Dua hakim memberi angka 117-111 untuk keunggulan Chagaev, sedangkan juri ketiga 117-110. Chagaev yang memiliki rekor 24 (17 KO)-0 mendapatkan perlawanan di ronde-ronde awal. Skelton terlihat tangguh di awal dan menguasai ronde keempat.

Namun, tiga ronde selanjutnya Skelton sudah kelelahan. Chagaev mulai bangkit dengan mengandalkan pukulan kombinasi beruntun.

Chagaev lebih ringan 12 kg dari Skelton, namun dia pernah mengalahkan lawan yang lebih besar. Pada April tahun lalu, dia meraih gelar WBA setelah mengatasi Nikolai "Giant" Valuev yang merupakan juara terberat dalam sejarah tinju. Bagi Skelton, kekalahan tersebut membuatnya gagal menjadi petinju kelima Inggris yang bisa mencicipi titel kelas berat dunia. (rtr,H29-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA