| Senin, 21 Januari 2008 | WACANA |
Surat PembacaBengawan SoloMemasuki musim penghujan, semua wajib siaga apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai sepanjang DAS Bengawan Solo yang melewati 12 kabupaten di Jateng dan Jatim dengan panjang 500 km, tanpa mengecilkan arti Dep PU Pengairan, Kehutanan, Perhutani serta instansi terkait lainnya. Jangan terlalu banyak berharap, meski pemerintah harus bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup rakyatnya. Ingat, 25 Desember 2007 bertepatan dengan Natal diguyur hujan mulai sore sampai keesokan harinya dan sudah bisa ditebak debit air sungai Bengawan Solo bertambah serta mengakibatkan banjir. Hal ini karena daerah hulu (Wonogiri) juga hujan serta pintu Waduk Gajahmungkur dibuka. Itulah fenomena alam yang setiap tahun terjadi di sepanjang DAS Bengawan Solo. Kita tak bisa menyalahkan air yang meluap ke mana-mana, karena apa?. Tempat air telah berubah fungsi menjadi perumahan dan belum lagi banyak pohon di sepanjang sungai sebagai resapan air juga ditebangi untuk bahan meubel. Manusia memang rakus dan serakah seakan-akan apa yang ada hendak ditelan semua. Karena perlakuan yang tak seimbang terhadap alam akhirnya Tuhan menjewer dengan bencana. Kalau banjir sudah datang, dimana DPU Pengairan/Perhutani/Kehutanan serta para oknum perambah hutan?. Semua tiarap. Tidak salah bila maestro Gesang menciptakan lirik lagu Bengawan Solo: "sedari dulu jadi perhatian insani". Kalau tempo dulu jadi perhatian insani karena Bengawan Solo sebagai urat nadi transportasi dari Mataram ke Majapahit, namun kondisinya sekarang dangkal karena sampah serta air yang sudah mengalami pencemaran akibat limbah industri. Satu lagi saat ini Benganwan Solo jadi perhatian insani karena "banjirnya". Maafkan kami semua Bapak Gesang.... Agus Setyanto (085257054781) Jl Zebra Tengah II/3, Semarang Kita Diingatkan Bengawan Solo Prihatin, itu ungkapan pas untuk direnungkan di awal tahun 2008. Banyak saudara kita di berbagai daerah melewatkan pergantian tahun dengan kesedihan. Di Jateng, diawali dari Wonogiri dan Karanganyar longsor, Solo, Grobogan, Blora, Kudus, Pati banjir dan sebagian wilayah Kota Semarang juga banjir serta longsor. Bengawan Solo dengan angkuhnya menghajar dan menghantam siapa saja yang ada di dekatnya, tidak mau tahu itu orang kaya atau miskin. Semua hanya bisa meratap sedih melihat harta bendanya habis. Saudara kita yang tertimpa musibah hanya bisa pasrah dan ikhlas melihat kenyataan. Sebenarnya bukan salahnya sungai tersebut tapi justru salah kita karena tidak mampu memperlakukan dengan baik. Seharusnya semua berterima kasih kepada Bengawan Solo, karena dengan aksinya beberapa hari terakhir ini kita justru diingatkan untuk selalu bersembah sujud, mengingat Sang Pencipta. Selama ini kita congkak memikirkan diri sendiri tidak peduli dengan nasib orang lain. Dengan aksi yang dilakukan oleh sungai Bengawan Solo, menjadikan rasa solidaritas antarumat menjadi timbul kembali. Presiden juga meninjau korban bencana, tetapi yang diharapkan rakyat bukan hanya kunjungan, lantas serta merta permasalahan bisa selesai. Namun bagaimana rakyat bisa membiasakan diri untuk hidup berdampingan dengan alam. Jangan semena-mena dan sombong atas kemampuan kita. Baru Bengawan Solo beraksi saja sudah kelimpungan, belum lagi kalau Merapi, Semeru atau sungai Berantas ikut-ikutan maka habislah kita. Sebab itu berterima kasihlah kepada Bengawan Solo karena sudah mengingatkan kita kepada Sang Pencipta alam semesta. S Setyawan SKom (08122557587) JI Kebon Arum Slt VII/9 Mranggen, Demak *** Rp 1.000 Bangun Masjid Pemikiran sederhana dari orang awam seperti saya, sepintas tidak bermanfaat atau ngayawara. Tapi saya jelaskan kepada pembaca sbb: Penduduk Jateng yang menunaikan shalat Jumat misalnya 14 juta orang. Kalau setiap jamaah memasukkan sumbangan ke kotak amal Rp1.000 maka akan terkumpul dana Rp 14 miliar/Jumat.Suatu jumlah yang spektakuler. Pemikiran sederhana ini timbul setelah melihat cara pengumpulan dana yang dilaksanakan oleh panitia pembangunan masjid pada umumnya dengan mendatangi rumah ke rumah, mengadakan pertunjukan amal. Yang lebih drastis, mengadang kendaraan di jalan. Satu hal yang mengusik dan tidak mengenakkan perasaan adalah cara mencari dana yang kurang pas tersebut bahkan merendahkan harkat dan martabat umat. Sebab mungkin para pelaksana di lapangan mendapat cacian, umpatan, sinis, baik dari umat sendiri atau dari umat lain yang keliru didatangi. Memang tidak ada paksaan, semua terserah menyumbang atau tidak. Saya menyampaikan gagasan ini secara jernih dan mengajak siapa pun menanggapi secara jernih pula tanpa harus mencari kesalahan orang lain. Paling tidak akan menjadi wacana bahan pertimbangan para pemuka agama, pemimpin dan siapa pun yang berkenan membidangi pembangunan masjid. Sekilas gambaran pengelolaan dana sbb : koordinator Kanwil Depag sampai jajarannya di kecamatan, menyosialisasi kepada para khatib. Hasilnya dari setiap masjid, setelah dipotong biaya operasional segera disetor ke koordinator kelurahan terus kecamatan, kabupaten/kota dan terakhir ke koordinator provinsi. Panitia pembangunan masjid bisa mengajukan proposal dan setelah diseleksi, diteliti dan ditetapkan prioritasnya akan mendapatkan dana. Bila dana yang terkumpul setiap Jumat sebesar Rp 14 miliar dan biaya pembangunan masjid Rp 500 juta, maka akan terbangun 28 buah masjid atau sebulan 4 x 28 = 112 buah. Yang saya sampaikan ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun kalau semua umat menyatukan kemauan sekaligus menghapus citra buruk, bukan mustahil gagasan ini menjadi kenyataan. Pada gilirannya APBD Jateng tidak akan terbebani biaya bantuan pembangunan masjid hingga tejadi penghematan. HM Suratno (081325752297) Jl Jend Sumitro 70 Prokimad, Tengaran *** Lambat, Pelayanan di Bank BRI Kendal Saya menyayangkan pelayanan Bank BRI Cabang Kendal yang lambat dalam menangani antrean nasabah. Untuk satu kali proses transfer bisa memakan waktu 2 jam, bahkan lebih. Hal tersebut disebabkan banyaknya nasabah yang mengantre, tidak diimbangi dengan jumlah kasir yang disediakan pihak bank. Untuk seratus nasabah yang antre hanya dilayani dua kasir, padahal idealnya dilayani minimal empat kasir. Hal tersebut terasa ironis jika dibandingkan dengan interior gedung yang megah dan cukup luas. Di zaman yang makin kompetitif ini seharusnya Bank BRI Kendal lebih mendalami apa yang dikehendaki oleh nasabahnya. Sebab Bank BRI saat ini bukan hanya milik masyarakat menengah ke bawah lagi. Benny Indrianto BTN Langenharjo RT 1/RW 10, Kendal *** Percasi Kendal Beberapa tahun lalu Pengurus Harian Percasi Kendal telah terbentuk. Namun hingga sekarang, perkumpulan catur di tingkat kecamatan belum tahu susunan lengkap kepengurusannya. Walau Percasi Kendal telah melaksanakan kegiatan antara lain mengirim peserta mengikuti kejurda dan menggelar turnamen terbuka, sebaiknya segera ada pembenahan organisasi. Jujur saja, kecuali pada acara pembentukan pengurus di Kaliwungu, sebagai ketua perkumpulan catur tingkat kecamatan saya belum pernah bertatap muka dengan pengurus Percasi Kendal secara resmi. Melalui organisasi yang rapi diharapkan ada ikatan batin antarpengurus dan perca yang ada. Di samping pembenahan organisasi, sebaiknya juga memiliki data perca tingkat kecamatan beserta susunan kepengurusan. M Bachrun BSc Jl. Kalipucung 7 RT 6/RW 9 Sukorejo, Kendal *** Jembatan Klawing Mengkhawatirkan Saya mengamati keadaan jembatan Klawing Bancar di Purbalingga mengkhawatirkan. Konstruksi jembatan memang kokoh, tapi semua tepi jembatan mengkhawatirkan. Tepi atas, tepi bawah, kiri-kanan sering ambrol, sebab tanah tidak kuat menahan arus deras. Jembatan yang dibangun 18 tahun lalu sudah mengalami perbaikan beberapa kali tetapi tetap ambrol. Dulu anggaran jembatan sekitar Rp 1,8 miliar. Saya kira anggaran untuk perbaikan malah banyak dari itu. Apakah ini malah bisa memberatkan anggaran pembangunan daerah? Jadi jembatan Klawing Bancar sudah berbiaya tinggi. Tahun 1986 sudah ada survei pembuatan jembatan Klawing yang lokasinya di Desa Kalikajar Wirasana karena dianggap cocok. Bahkan di Pemkab Banyumas sekarang masih ada arsip jembatan Klawing. Sebaiknya arsip itu dibuka kembali agar DPR dapat mempertimbangkan hal tersebut. Mundiyat Wirasana RT 6/RW 2, Purbalingga *** Jateng Menangis Lagi Tangisan pertama, saat bencana melanda sebagian besar daerah Jateng berupa banjir dan tanah longsor yang berbarengan menghantam sebagian daerah. Semua ikut merasakan duka, tak lupa seuntai duka dipanjatkan semoga korban yang meninggal diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Tak usah mencari kambing hitam atas segala musibah ini, semua sudah terjadi dan semoga bisa mengambil hikmahnya. Selanjutnya bersahabatlah dengan alam, singkirkan ego, rangkullah alam maka alam pun akan merangkul dengan kesejukan dan kenyamanannya. Tangisan kedua menimpa warga khususnya pecinta sepak bola. PSIS gagal melangkah ke Superliga, derita apa lagi ini. Sungguh ironis, di saat bersemangat menikmati lewat teve, gemerlap sepak bola Eropa, namun di pelupuk mata kesebelasan kebanggaan kita PSIS gagal. Siapa yang salah, tak ada. Pelatih, pemain dan manajer, semua sudah benar. Itulah sepak bola yang sulit untuk ditebak. Ingat yang menimpa Prancis juara dunia 1998, namun gagal total di tahun 2002. Bangkitlah PSIS...Sementara PSIS masih mencari jati dirinya, kita bisa menghibur diri bersama salah seorang warga, siapa lagi kalau bukan Tukul Arwana. Sekian semoga bahagia menyapa kita semua.. Ikhsanudin Jl Kenanga Gg I/9, Tegal Mohon Pinjaman Modal Satu tahun yang lalu saya mengalami kecelakaan dan menderita luka parah hingga tidak bisa berjalan, saya terpaksa meninggalkan usaha yang merupakan penopang ekonomi keluarga. Saat ini setelah bisa berjalan saya ingin mulai usaha lagi, tetapi modalnya belum cukup karena tabungan habis untuk biaya pengobatan. Saya berharap ada pembaca yang membantu pinjaman modal yang pasti saya kembalikan. Berapapun pinjaman yang diberikan saya tetap bersyukur. Mohon mentransfer ke rekening saudara saya, atas nama Septi Udjiani No 136-00-0535823-6 Kantor Cabang Bank Mandiri Magelang. Melani Wulandari (085643558988) JI Mliwis 77 PGRI Sumberejo Mertoyudan, Magelang *** Kotor, Ruang Tunggu di Mataram Sakti Menunggu adalah kegiatan yang menjenuhkan tapi jika mendapat sedikit hiburan mungkin lain ceritanya. Misal dalam ruangan tunggu ada televisi, bacaan dan cukup tempat duduk serta dalam ruangan yang bersih/nyaman. Mataram Sakti Kaliwungu Kendal, dilihat dari segi pelayanan sudah baik mulai penerima servis yang senyum, ramah dan sopan sampai mekaniknya. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah segi keyamanan dalam ruang tunggu. Dengan ukuran ruangan 20 meter membuat para penunggu enggan duduk di ruangan tersebut. Apalagi jika kursi depan sudah penuh, untuk masuk ke kursi tengah pun terasa susah karena celahnya begitu sempit. Di samping itu kursi yang disediakan kirang hingga pelanggan lebih memilih duduk di lantai. Mungkin pada saat itu penuh, jadi banyak yang kekurangan tempat duduk. Juga dalam ruangan terlihat kotor dengan botol yang berserakan di lantai, disertai dengan tumpahan air minum kemasan di mana-mana. Ketika itu pukul 11.00, pajangan koran yang disediakan untuk pelanggan sudah terlambat 4 hari. ''Koran yang sudah lewat saja masih dipasang'', ucap salah seorang pelanggan. Setelah ditelusuri ternyata koran terbaru sedang dibaca oleh stafnya. Sebetulnya kejadian seperti ini sudah lama terjadi, mulai dari awal saya service sampai saat ini tidak ada perubahan. Sebagai masukan, sebaiknya ruangan tunggu bagi pelanggan servis sedikit diperluas agar tidak terlalu sempit atau setidaknya ditata lebih rapi lagi. Juga dari sisi kebersihan harap selalu terjaga, karena pelanggan pun akan merasa nyaman jika ruangannya terlihat bersih. Anom Adi Busono Jl Pahlwan II/10, Kendal *** Menipu Berkedok Reuni Saya alumnus SMU Kolese Loyola tahun 1997 mengingatkan kepada para guru, alumni dan keluarga atas adanya penipuan yang berkedok akan ada reuni.. Hal ini berawal dari pengalaman guru, keluarga saya dan beberapa teman. Terjadi aksi penipuan dengan modus akan diadakan reuni yang dilakukan seseorang yang mengaku alumnus. Dia dalam melancarkan aksinya selalu membawa katalog SMU Kolese Loyola dan berdalih mencari dana namun tidak disertai proposal. Dia juga mengelabuhi dengan alasan kendaraan yang digunakan mengalami kerusakan dan ditinggal di suatu tempat/bengkel, kemudian berusaha dengan meyakinkan untuk meminjam sejumlah uang. Namun setelah niatnya terlaksana, dia tidak kembali. Cirinya: postur pendek, kulit hitam, rambut cepak dan gigi rompal/ompong. Ada kemungkinan dia menggunakan hipnotis mengingat banyak guru SMU Kolese Loyola sendiri yang menjadi korban. Saya prihatin akan kejadian ini terlebih bila dia benar-benar alumnus. Saya mengajak para guru, rekan dan keluarga untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya. Selain itu katalog yang sarat informasi hendaknya disimpan baik-baik, kalau sudah tidak digunakan jangan dibuang sembarangan. Mungkin informasi ini bukan kali pertama, namun saya berharap semua rekan saling memberi informasi Agung Kurniawan (081338720660) Jl Karanganyar 37, Semarang *** Rembang Butuh Kanal Kabupaten Rembang yang selalu kekeringan saat ini terkurung banjir sungai Juwana di sisi barat dan luapan Bengawan Solo di sisi timur serta selatan. Bapak Suwartono Kadiv Perum Jasa Tirta Wonogiri menyatakan, idealnya dibangun puluhan waduk sekelas Gajahmungkur di sepanjang aliran Bengawan Solo. Ada usul lain, membangun tanggul setinggi 4 meter sepanjang 100 km Harapan saya semoga ada yang mau memperjuangkan realisasi beberapa waduk tersebut di Sale dan sisi timur pegunungan Lasem/Argopuro di wilayah Rembang. Lalu beberapa embung di Nggodo, Rowosetro, Banyukuwung agar mendapat sudetan dari sungai Juwana yang terhubungkan oleh pengadaan sebuah kanal irigasi. Ini mumpung tenaga lokal berlimpah, toko material cukup dan batu alam sangat banyak. Afnan Tio Gedongmulyo RT 3/RW I, Lasem *** Soal Bank Jateng Slawi Sehubungan tulisan saya yang dimuat di Surat Pembaca 5 Januari 2008 tentang ''pembayaran BPHTB'', pihak Bank Jateng Cabang Slawi telah memberikan konfirmasi dan penjelasan yang intinya sbb : Dalam kaitan proses pembayaran BPHTB secara on line sering terjadi kendala gangguan komunikasi jaringan sehingga kadang memerlukan waktu relatif lama. Bank Jateng mohon maaf atas pelayanan saat itu yang kurang memuaskan dan akan selalu meningkatkan mutu pelayanan guna memuaskan seluruh nasabah. Saya juga terima kasih kepada Bank Jateng Cabang Slawi atas sikap positifnya yang langsung merespon keluhan tersebut. Semoga selalu dapat meningkatkan citranya sebagai kepercayaan sekaligus kebanggaan masyarakat. Wisnu Widjaja Jl Sindoro I/16 Panggung, Tegal |