logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 MURIA
Line

WORO WORO

Jatah OP Minyak Tak Hilang

BLORA - Tahun Anggaran 2007 telah berlalu. Namun hingga kemarin, Pemkab belum melaksanakan operasi pasar (OP) minyak goreng bersubsidi. Padahal, Pemerintah Pusat telah memberikan jatah 40 ton minyak berharga murah itu sejak Oktober lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Blora Prayitno melalui Kasubdin Perdagangan Pujianto mengemukakan, meski Tahun Anggaran 2007 telah habis pihaknya tetap bisa mengambil jatah.

Menurutnya, Pemerintah Pusat tidak menghapus alokasi hanya lantaran itu. "Alokasi minyak goreng masih ada. Kami dipersilakan memanfaatkannya kapan saja," ujar dia, kemarin.

Dia menyebutkan, OP minyak goreng bersubsidi itu belum dilaksanakan karena pihaknya tidak mempunyai dana untuk menalangi pengadaan barang. Dia selama ini juga kesulitan menggandeng distributor lokal. (H18-69)

21 Desa Adakan Pilkades

REMBANG - Dua puluh satu desa di 11 kecamatan pada tahun ini akan mengalami kekosongan jabatan kepala desa (kades). Untuk mengisinya, Pemkab akan menyerahkan penuh pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) pada tiap desa.

Kasubag Pemerintahan Desa (Pemdes) Bagian Pemerintahan Pemkab Hanung Marhendra mengemukakan, pihaknya tidak akan lagi melakukan mekanisme pilkades serentak. "Kami rasa desa-desa sudah bisa mandiri dalam melaksanakan pilkades," ujar dia, kemarin.

Dia menyebutkan, satu dari 21 jabatan lowong kades adalah Desa Dadapan, Kecamatan Sedan yang baru saja menggelar pilkades pada 2007 lalu. "Kades Dadapan meninggal beberapa waktu lalu. Dengan kondisi ini, desa itu juga kami rencanakan untuk menggelar pilkades lagi." (H19-69)

PT Askes Dilepas Pemerintah

KUDUS - Pemerintah mulai 2008 tidak akan bermitra dengan PT Askes untuk pelayanan kesehatan bagi warga miskin (gakin). Pasalnya, selama ini kemitraan itu dinilai kurang efektif.

Keluhan dari berbagai pihak datang seiring dengan kelambanan pelayanan dan prosedur pencairan Asuransi Kesehatan Warga Miskin (Askeskin). "Terutama masalah molornya waktu pelayanan klaim," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Syakib Arsalan.

Menurutnya, keputusan tersebut sudah disosialisasikan ke daerah saat rapat bersama Kadin se-Jateng, beberapa waktu lalu. "Akhirnya diputuskan, akan kembali ke pola lama," ujarnya.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan akan mengacu ke pola alokasi kebutuhan langsung ke puskesmas. (H50-69)

Serahkan PLTN ke Rakyat

JEPARA- H Agus Soeyitno, bakal calon gubernur (cagub) Jateng dari PKB menyerahkan masalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kepada rakyat.

Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu akan memperjuangkan apa yang dikehendaki rakyat demi kemaslahatan bersama. "Jika rakyat tidak menghendakinya dan terus menolak PLTN, pembangunannya tidak bisa dipaksakan dan harus dicari alternatif lain. Ini seperti penolakan petani terhadap impor beras."

Bakal cagub lain, Poppy Dharsono, juga mengikuti sosialisasi bersama DPC dan DPAC se-Karesidenan Pati di Ponpes Hadziqiyyah Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Sabtu (19/1).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi pertanyaan Ketua Garda Muria Zakariya Anshori, yang belum terjawab di forum lantaran waktu dialog habis.(H15-19)

Petani Minta Perbaikan Tanggul

KUDUS - Perbaikan sejumlah tanggul irigasi yang jebol akibat banjir bandang beberapa waktu lalu, sudah dijanjikan akan dimulai awal Februari nanti. Namun, kegiatan itu dikhawatirkan tidak akan sesuai dengan tenggat waktu yang diminta petani.

"Petani mengharapkan agar perbaikan dapat selesai pada pertengahan Maret 2008," ujar Koordinator Perkumpulan Petani Pengguna Air sistem Kedungombo H Kaspono, kemarin.

Dia menyebutkan, pada saat itu petani memang sudah mulai melakukan proses persemaian. Jika pembenahan tak selesai pada waktunya, dipastikan musim tanam (MT) II akan gagal.

Berdasarkan hasil rapat penanggulanan bencana banjir belum lama ini, Balai Besar di Semarang memang akan memperbaiki tanggul yang rusak tersebut.

Hanya, dengan melihat banyaknya tanggul yang harus diperbaiki, terus terang Kaspono mengaku pesimistis. Mengingat, tanggul yang jebol 58 buah. Sarana penahan debit itu tersebar pada beberapa desa di Kecamatan Undaan. (H8-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA