| Senin, 21 Januari 2008 | SEMARANG |
Pertamina Didesak Tambah Kompor Gas
SALATIGA- DPRD Kota Salatiga mendesak kepada PT Pertamina supaya menambah jatah kompor dan tabung gas kepada warga. Hal itu dilakukan sebagai pertanggungjawaban atas penyaluran yang salah sasaran. Sebab, berdasarkan laporan dari RT/RW, lurah, dan camat, masih banyak keluarga miskin yang berhak mendapat kompor gas beserta kelengkapannya. ''Pertamina sebaiknya menambah kuota bagi warga Salatiga yang belum mendapatkan. Terutama, warga yang berhak tetapi tidak menerima kompor dan tabung gas,'' kata Fathurahman SE MM, anggota Komisi II (ekonomi dan keuangan) DPRD. Dia menjelaskan, warga yang hingga kini tidak mendapat jatah akan terus berteriak dan menyalahkan PT Pertamina. Terlebih lagi, proyek pembagian kompor gas yang merupakan bagian dari program konversi minyak tanah ke gas, dianggarkan oleh negara. ''Lha yang kaya saja mendapat, mengapa yang berhak justru tidak. Daripada kesulitan menarik kembali kompor yang sudah diberikan kepada warga kaya, lebih baik menambah jatah kompor untuk yang belum mendapatkan,'' jelas kader PKS itu. Pria yang kerap dipanggil Maman itu mengakui, salah satu penyebab suplai kompor gas salah sasaran, karena survei tidak melibatkan perangkat RT/RW dan kelurahan. Koordinasi yang kurang baik tersebut membuat tidak ada sinergi data warga yang berhak menerima, meskipun di beberapa tempat ada yang tepat sasaran. Ketua Komisi III (kesejahteraan masyarakat) Toto Suprapto mengungkapkan, daripada tanggung-tanggung, lebih baik PT Pertamina membagi semua kepala keluarga (KK) di Salatiga dengan kompor gas gratis itu. Ketimbanga membedakan antara kaya yang miskin sejak awal, tetapi kenyataannya ada warga miskin yang belum menerima. Prioritas Warga Miskin Penegasan tersebut berdasarkan perbandingan jumlah keluarga di Salatiga 46.231 keluarga dengan jatah kompor dan perlengkapannya adalah untuk 37.998 keluarga, sangat tipis. Sekalian saja semua keluarga diberikan daripada muncul masalah. ''Namun, kalau hal itu tidak bisa dilakukan, setidaknya ada prioritas agar warga yang belum menerima bisa mendapatkan, terutama dari keluarga miskin. Ketua DPRD Sutrisno Supriyantoro SE berharap, ada semacam pertanggungjawaban PT Pertamina kepada keluarga miskin yang belum mendapat kompor dan gas gratis. Upaya yang dilakukan dengan menambah jatah bagi warga Salatiga. Sebagaimana diketahui, sejumlah lurah dan camat di Kota Salatiga kecewa dengan pelaksanaan program konversi minyak tanah menjadi gas yang dilaksanakan Desember lalu. Sebab, banyak temuan program itu tidak tepat sasaran, sehingga membuat warga kecewa dan menuntut pertanggungjawabah RT/RW, lurah, dan camat. Sementara itu, Polres Salatiga (Sabtu, 19/1) akan turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan penyaluran tabung gas elpiji, kompor, dan perlengkapannya kepada masyarakat, yang dilakukan oleh PT SCO, sebagai rekanan PT Pertamina. (H2-37) |