logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 SEMARANG
Line

Hamong Projo Luncurkan UFO

UNGARAN - Paguyuban Hamong Projo Kabupaten Semarang meluncurkan Ungaran Fantastic Outlook (UFO), Jumat (18/1) malam. ''UFO has landed'', begitu tulisan pada selebaran berwarna yang dibuat Hamong Projo. Apa dan bagaimanakah UFO itu?

''Kami membuat program UFO agar Ungaran bisa menjadi tempat yang sangat menarik dan memesona. Mengemas desa dalam bingkai moderen tanpa menghilangkan esensi serta karakter desa itu sendiri,'' kata Ketua Umum Hamong Projo Achmad Syakir. Hamong Projo merupakan paguyuban kepala desa di Kabupaten Semarang. Paguyuban tersebut memiliki 208 kepala desa yang saat launching UFO hadir semua.

Syakir yang juga Kepala Desa Keji, Ungaran Barat, tersebut menjelaskan, kabupaten ini memiliki potensi yang sangat memadai dalam berbagai bidang, yakni ekonomi, sosial, budaya, agama, dan pendidikan. Sebagai tempat yang mendapat julukan

''Surganya Jawa Tengah'', tentu Ungaran menjadi pusat dari segala hal yang bersifat positif.

Menurut pengasuh Pondok Paseban Ar Rosuli di Desa Keji ini, UFO bertujuan meningkatkan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan, serta mewujudkan SDM yang maju, mandiri, berkualitas, dan profesional.

Di samping itu, mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian kuat terhadap pengaruh negatif.

Hamong Projo juga bertekad menjadikan ''L'' Five (Lima ''L''). Lima ''L'' tersebut adalah Lumbung Ekonomi, Lumbung Sosial, Lumbung Budaya, Lumbung Agama, dan Lumbung Pendidikan.

Rp 1 Miliar

''L yang pertama, kami bekerja sama dengan PT Zanzibar dan Yayasan Obor Tani (Yabortan) akan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah di bidang pertanian dan perkebunan,'' terang Syakir.

Ketua Yabortan Budi Darmawan juga hadir dalam peluncuran UFO. Menurut sumber Suara Merdeka, Budi akan membantu Rp 1 miliar untuk percontohan desa buah segar. Budi ingin dana tersebut langsung turun ke masyarakat melalui kepala desa tanpa ada istilah pemotongan dana.

Dalam kesempatan ini, Hamong Projo juga membuat nota kesepahaman dengan pemerintah daerah. ''Kami ingin kabupaten ini segera maju. Kami berharap legislatif dan eksekutif memberi dukungan,'' tegas Syakir.

Dia menegaskan, Hamong Projo tak ingin terjebak dalam diskusi saja, karena Kabupaten Semarang sudah tertinggal dari kabupaten lain. ''Kabupaten Semarang mestinya bisa menjadi kabupaten buah segar, atau kabupaten zakat, dan sebagainya,'' tuturnya.

Sebagai Lumbung Sosial, Hamong Projo juga akan bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia, mengemas daging kurban ke dalam kaleng agar lebih awet. ''Bisa didistribusikan ke korban bencana. Ini kesempatan pejabat untuk investasi akherat,'' imbuhnya.

Acara yang dihadiri Wakil Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah, Sekda Ir Warnadi MM, Ketua DPRD Saryono, Ketua Bakorlin I Jateng Suryono, seluruh kepala desa, dan pejabat muspida tersebut berlangsung meriah. (H14-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA