| Senin, 21 Januari 2008 | SEMARANG |
Bantuan Benih Mulai DisalurkanGROBOGAN- Bantuan benih dari Menteri Pertanian Anton Apriantono untuk petani korban banjir di Grobogan mulai disalurkan. Bantuan benih padi, jagung, dan kedelai 115 ton tersebut, secara bertahap disalurkan oleh Balai Benih Pertanian Pati Sang Hyang Seri. ''Untuk tahap pertama telah disalurkan 10 ton. Bantuan langsung didistribusikan kepada petani di Kecamatan Klambu,'' ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Ir HM Sumarsono, Minggu (20/1). Dia menjelaskan, bantuan sangat dibutuhkan, karena banjir menimbulkan kerusakan luar biasa pada lahan pertanian di Grobogan. Banjir merendam sekitar 9.443 hektare tanaman padi, 1.129 hektare tanaman jagung, dan 901 hektare tanaman kedelai. Akibatnya, petani gagal panen dan menderita kerugian cukup banyak. Total kerugian akibat banjir diperkirakan Rp 55,6 miliar. Kerugian dihitung atas kerusakan lahan padi 4.653 hektare, lahan jagung 737 hektare, serta tanaman kedelai seluas 541 hektare. Kerusakan tersebut tersebar di 16 kecamatan dan 99 desa. Kendati demikian, benih bantuan sementara baru akan disalurkan untuk 12 kecamatan yang dianggap paling parah terkena banjir. Musibah Kedua Keinginan mendapat bantuan benih begitu diharapkan petani yang lahannya puso akibat banjir. Narto, seorang petani warga Dusun Pelemwulung, Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, mengaku rugi Rp 2 juta setelah sawahnya terkena luapan Sungai Serang. Kerugian terjadi pada tanaman jagung seluas 4.000 m2 yang layu terendam air. Banjir bagi petani penggarap lahan tersebut adalah musibah kali kedua. Sebelumnya dia juga merugi akibat tanaman terongnya rusak diserbu ratusan tikus. ''Belum sempat mengembalikan modal yang dipakai menanam terong, kami harus menerima kenyataan pahit terkena banjir. Padahal, modal untuk menggarap sawah didapat dari meminjam ke sana-ke mari,'' ujarnya. Dengan penyaluran bantuan benih, Narto berharap bisa ikut merasakan. (H41-37) |